SAMPIT — Bulan Rajab yang penuh keberkahan dimaknai secara khidmat oleh kaum muslimah Kecamatan Pulau Hanaut Kabupaten Kotawaringin Timur melalui kegiatan Tabligh Akbar Muslimah, yang sekaligus menjadi bagian dari rangkaian Peringatan Hari Ibu ke-97, Sabtu 17 Januari 2026. Kegiatan ini menjadi ruang spiritual dan reflektif bagi para perempuan untuk meneguhkan peran strategisnya dalam keluarga, masyarakat, dan peradaban.
Ketua TP PKK Kecamatan Pulau Hanaut, Hj. Sri Mardiyanti, S.Hut, dalam sambutannya menyampaikan bahwa momentum Rajab dan Hari Ibu merupakan waktu yang tepat untuk kembali menata niat, memperkuat iman, serta menghidupkan nilai-nilai keteladanan perempuan shalihah dalam kehidupan sehari-hari. Sejalan dengan tema Peringatan Hari Ibu ke-97, “Perempuan Berdaya dan Berkarya Menuju Indonesia Emas 2045”, kegiatan ini diharapkan tidak berhenti pada seremonial, melainkan menjadi panggilan kesadaran bagi seluruh perempuan, khususnya para ibu.

Tausiah disampaikan oleh Ustadzah Syarifah Najwa Mauladdawilah, yang mengangkat sosok Ummu Sulaim, seorang perempuan mulia di zaman Rasulullah SAW. Ummu Sulaim dikenal sebagai ibu dari Anas bin Malik, sahabat Nabi dan perawi hadits terkemuka. Dalam tausiah tersebut, Ustadzah menekankan bahwa Ummu Sulaim adalah teladan sejati seorang ibu kuat dalam iman, bijaksana dalam pengasuhan, serta ikhlas mendidik anak dengan nilai-nilai tauhid dan akhlak mulia. Dari rahim keteladanan inilah lahir generasi unggul yang memberi cahaya bagi umat.
Kegiatan Tabligh Akbar ini dihadiri oleh berbagai tokoh perempuan lintas kecamatan dan organisasi, di antaranya Ibu Camat Mentaya Hilir Selatan, Ibu Ketua TP PKK Kecamatan Mentaya Hilir Selat, para Ketua TP PKK Desa se-Kecamatan Pulau Hanaut, Ketua Majelis Taklim Muslimah se-Kecamatan Pulau Hanaut, serta pengurus PKK se-Kecamatan Pulau Hanaut.
Dalam pesannya, ketua TP PKK Kecamatan Pulau Hanaut berharap melalui Tabligh Akbar ini, para muslimah tidak hanya mempererat silaturahmi, tetapi juga mempertebal spiritualitas dan memperluas wawasan keislaman. Disampaikan pula ajakan untuk meluruskan niat, bahwa setiap peran dan karya perempuan baik di dapur, di kantor dan di organisasi adalah bagian dari ibadah dan ikhtiar bersama dalam membangun peradaban yang mulia.
Dengan semangat Rajab dan refleksi hari Ibu tabligh akbar muslimah ini menjadi pengingat bahwa perempuan beriman berilmu dan berdaya adalah pondasi kokoh menuju Indonesia emas 2045.//














