Optimalisasi Aset Daerah Dinilai Jadi Kunci Penguatan Ekonomi

Palangka Raya — Anggota Komisi I DPRD Kalimantan Tengah, Purdiono, mendorong masyarakat agar lebih aktif dan cerdas dalam mengelola aset lahan yang dimiliki sehingga tetap produktif dan memiliki nilai ekonomi.

Menurutnya, masih banyak lahan milik warga yang belum dimanfaatkan secara optimal sehingga belum memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat maupun pendapatan daerah.

Purdiono menegaskan bahwa optimalisasi aset, khususnya lahan, merupakan bagian penting dalam memperkuat perekonomian masyarakat di tingkat lokal. Ia menilai pola pengelolaan yang pasif hanya akan membuat potensi ekonomi yang ada menjadi tidak berkembang.

“Banyak lahan masyarakat yang sebenarnya memiliki potensi besar, tetapi belum dikelola secara maksimal. Kalau dibiarkan, tentu tidak ada nilai tambah yang bisa dirasakan,” ujarnya, Rabu (25/2).
Legislator Partai Golkar itu juga membandingkan pola pengelolaan aset di Indonesia dengan sejumlah negara maju, seperti Amerika Serikat. Menurutnya, perbedaan utama bukan terletak pada tingkat kesibukan masyarakat, melainkan pada efektivitas pemanfaatan aset yang dimiliki.

“Di sana, semua aset jalan tapi orangnya santai. Kalau di sini, orangnya kerja tapi asetnya tidur,” katanya.
Purdiono menilai pernyataan tersebut menjadi refleksi bahwa kerja keras saja tidak cukup tanpa dibarengi dengan manajemen aset yang baik. Karena itu, ia menekankan pentingnya perencanaan, pendampingan, dan dukungan kebijakan agar lahan masyarakat dapat dikembangkan menjadi sektor produktif sesuai potensi wilayah masing-masing.

Menurutnya, pemanfaatan lahan dapat diarahkan pada berbagai sektor, seperti pertanian, perkebunan, peternakan, maupun usaha produktif lainnya yang mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
Lebih lanjut, Purdiono mengajak pemerintah daerah untuk memperkuat edukasi dan fasilitasi kepada masyarakat terkait pengelolaan aset. Dengan dukungan yang tepat, lahan yang selama ini kurang produktif dapat diubah menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru.

“Kita ingin aset-aset yang ada benar-benar hidup dan menghasilkan. Kalau dikelola dengan baik, dampaknya bukan hanya bagi pemilik lahan, tetapi juga bagi perekonomian daerah secara keseluruhan,” tutupnya.

Ikuti Kaltengbicara.com di Google News untuk dapatkan informasi lainnya.

pesona haka kalibata