Sinergi Strategis Penuntasan ATS Menguat: Verval Data Tahap III Jadi Langkah Nyata Berbasis Kolaborasi

FOTO bersama saat kegiatan Verifikasi dan Validasi (Verval) Data ATS Tahap III yang melibatkan wilayah Kecamatan Cempaga, Kecamatan Cempaga Hulu, dan Kecamatan Kota Besi.

SAMPIT – Upaya penuntasan Anak Tidak Sekolah (ATS) kembali menunjukkan keseriusan Pemerintah Daerah melalui pelaksanaan kegiatan Verifikasi dan Validasi (Verval) Data ATS Tahap III yang melibatkan wilayah Kecamatan Cempaga, Kecamatan Cempaga Hulu, dan Kecamatan Kota Besi. Kegiatan ini menjadi momentum strategis dalam memperkuat akurasi data sekaligus merumuskan langkah kebijakan yang tepat sasaran.

Acara secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan yang diwakili oleh Kepala Bidang PAUD dan PNF, Legendaria Okta B.N., S.STP., M.Si., yang dalam sambutannya menegaskan bahwa persoalan ATS merupakan atensi tinggi pemerintah daerah. Ia menekankan pentingnya sinergi lintas peran, khususnya antara pengawas, penilik, dan operator desa sebagai garda terdepan dalam memastikan keakuratan data di lapangan.

“Validitas data ATS menjadi fondasi utama dalam menentukan arah kebijakan. Oleh karena itu, kolaborasi yang solid antar pemangku kepentingan adalah kunci dalam menuntaskan permasalahan ini secara berkelanjutan,” ungkapnya dengan penuh penekanan.

Dukungan kuat juga disampaikan oleh Camat Cempaga yang diwakili oleh Kepala Seksi PKD, Zainuri, yang menegaskan komitmen wilayahnya dalam mendukung program penuntasan ATS. Ia menyampaikan bahwa peran operator desa sangat vital karena memiliki pemahaman langsung terhadap kondisi riil masyarakat di wilayahnya masing-masing.

“Kami siap mendukung penuh program ini. Operator desa menjadi ujung tombak karena mereka yang paling mengetahui kondisi faktual warga, sehingga data yang dihasilkan benar-benar akurat dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber yang kompeten di bidangnya, yaitu Kabid PAUD dan PNF, Legendaria Okta Bellany Nusaku, kemudian Penilik PAUD, Ramadhansyah dan terakhir Staf PAUD, Rony Zairifani

Melalui paparan materi yang sistematis dan aplikatif, peserta diberikan pemahaman mendalam terkait mekanisme pembuatan akun operator desa. Langkah ini dinilai krusial agar pihak desa dapat secara mandiri melakukan proses verval data ATS di wilayahnya. Dengan demikian, akar permasalahan ATS dapat teridentifikasi secara komprehensif, mulai dari faktor ekonomi, sosial, hingga akses pendidikan.

Peserta kegiatan terdiri dari pengawas dan penilik dari wilayah Kecamatan Kota Besi, Cempaga, dan Cempaga Hulu, serta lurah, kepala desa, dan operator desa yang menjadi ujung tombak dalam pengelolaan data di tingkat lokal.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun sistem data ATS yang lebih akurat, valid, dan terintegrasi. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam menghadirkan kebijakan pendidikan yang inklusif dan berkeadilan, sekaligus memastikan tidak ada lagi anak yang terabaikan dari hak dasarnya untuk memperoleh pendidikan.

Dengan semangat kolaborasi dan komitmen bersama, penuntasan ATS bukan lagi sekadar wacana, melainkan sebuah gerakan nyata menuju masa depan pendidikan yang lebih cerah dan merata.//

 

pesona haka kalibata