Kereta Api Dinilai Mampu Perkuat Hilirisasi dan Kurangi Beban Jalan di Kalteng

PALANGKA RAYA – Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Bambang Irawan, menyatakan dukungannya terhadap rencana pembangunan jalur kereta api di Kalimantan yang diusulkan masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN).

Menurutnya, infrastruktur transportasi berbasis rel tersebut akan menjadi salah satu kunci penguatan hilirisasi sumber daya alam sekaligus meningkatkan konektivitas antarwilayah.

Bambang menilai kebutuhan akan sistem transportasi yang mampu mengangkut komoditas dalam jumlah besar semakin mendesak seiring berkembangnya sektor pertambangan, perkebunan, kehutanan, dan industri pengolahan di Kalteng. Kehadiran jalur kereta api diyakini dapat menjadi solusi jangka panjang untuk mendukung aktivitas ekonomi daerah yang terus berkembang.

Ia menjelaskan, gagasan pembangunan kereta api bukanlah hal baru. Wacana tersebut telah muncul sejak lebih dari satu dekade lalu dan dirancang untuk menunjang distribusi logistik dari kawasan produksi di wilayah pedalaman menuju pusat pengolahan maupun pelabuhan.

“Dari dulu konsepnya memang untuk angkutan logistik dan sumber daya alam dari hulu ke hilir. Secara ekonomi ini sangat baik dan memang dibutuhkan daerah,” ujar Bambang, Jumat (12/6/2026).

Menurutnya, selama ini aktivitas pengangkutan hasil tambang dan perkebunan masih sangat bergantung pada jaringan jalan darat. Kondisi tersebut menyebabkan beban jalan meningkat, terutama pada ruas-ruas yang dilalui kendaraan bertonase besar setiap hari.

Akibatnya, kerusakan infrastruktur jalan kerap terjadi dan membutuhkan biaya pemeliharaan yang tidak sedikit. Di sisi lain, penggunaan jalan umum untuk angkutan logistik juga sering menimbulkan keluhan masyarakat karena berdampak pada kenyamanan serta keselamatan pengguna jalan.

“Banyak jalan negara digunakan untuk aktivitas angkutan berat. Dampaknya kerusakan jalan sering terjadi dan muncul konflik antara masyarakat dengan perusahaan,” katanya.

Bambang menambahkan, keberadaan jalur kereta api akan memberikan banyak keuntungan, baik bagi pemerintah, pelaku usaha, maupun masyarakat. Selain mampu mengangkut barang dalam jumlah besar dengan biaya yang lebih efisien, moda transportasi rel juga dinilai lebih ramah terhadap infrastruktur jalan dan dapat mengurangi kepadatan lalu lintas angkutan logistik.

Ia juga menilai pembangunan jalur kereta api akan membuka peluang tumbuhnya kawasan ekonomi baru di sepanjang lintasan yang dibangun. Konektivitas yang semakin baik diyakini dapat menarik investasi, mempercepat pengembangan industri hilir, serta menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat lokal.

Meski demikian, Bambang mengingatkan agar pemerintah pusat dan pihak terkait melakukan perencanaan yang matang sebelum proyek direalisasikan. Kajian teknis, dampak lingkungan, hingga skema pembiayaan harus disusun secara komprehensif agar proyek dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.

“Kalau ini menjadi Proyek Strategis Nasional tentu harus didukung bersama. Tetapi jangan sampai pembiayaannya justru membebani negara dan rakyat,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia berharap pembangunan jalur kereta api nantinya tidak hanya berorientasi pada kebutuhan industri, tetapi juga mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, termasuk dalam mendukung mobilitas orang dan barang antardaerah.

Dengan potensi sumber daya alam yang besar serta posisi strategis Kalimantan sebagai pusat pertumbuhan baru nasional, Bambang optimistis keberadaan jalur kereta api akan menjadi salah satu infrastruktur penting yang dapat mempercepat pembangunan ekonomi daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kalteng secara berkelanjutan.

“Tujuan akhirnya tentu untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kalteng,” pungkasnya.

Ikuti Kaltengbicara.com di Google News untuk dapatkan informasi lainnya.

pesona haka kalibata