SAMPIT, – Beredarnya video seorang pria dengan luka di wajah sangat parah dan disebutkan korban serangan beruang di Desa Sebamban belum lama ini, menjadi perhatian Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKDSA) Resort Sampit. Pasalnya, di Kabupaten Kotawaringin Timur juga terdapat Desa Sebamban tepatnya di Kecamatan Mentaya Hilir Selatan (MHS).
“Terkait video yang beredar di media sosial menyebutkan terjadi serangan beruang madu kepada warga Desa Sebamban, ada beberapa warga juga yang menghubungi petugas Resort Sampit menanyakan kebenaran berita tersebut,” terang Komandan BKDSA Resort Sampit, H. Muriansyah S.Sos , Sabtu 17 Agustus 2024.
Disampaikannya petugas dari BKDSA Resort Sampit langsung menghubungi staf Kecamatan MHS dan Kades Sebamban bernama Sabang. “Hasil penelusuran kami, tidak ada serangan beruang di Desa Sebamban,” ungkapnya.
Untuk menghindari kekhawatiran dan kecemasan warga atas beredarnya video tersebut,di media sosial, lanjut Muriansyah, pihaknya sudah memberikan keterangan terkait video tersebut, bahwa video tersebut tidak terjadi di Desa Sebamban Kecamatan MHS.
Selain itu, lanjut Muriansyah, pihaknya juga menerima laporan dari warga Sampit bernama Buhanudin, tentang gangguan beruang madu di kebun Nenas miliknya di Jalan Lingkar Utara Sampit.
“Direncanakan petugas besok hari ini akan ke lokasi untuk melakukan observasi lokasi kemunculan dan gangguan beruang madu,” katanya.
Saat ini, tambah Muriansyah, sedang musim kemarau. Seperti sebelumnya, satwa liar biasanya beruang madu, orangutan, ular. biawak akan keluar dari hutan dan memasuki areal kebun/ ladang / bahkan pemukiman.
“Apa bila warga melihat satwa baik orangutan dan beruang madu berkeliaran di sekitar kebun, ladang maupun di pemukiman, segera laporkan kepada petugas BKSDA,aparat desa, aparat kepolisian maupun TNI. Jangan berusaha untuk menangkap atau membunuh satwa tersebut karena sangat berbahaya,” pungkasnya. // (KBC/007)
Ikuti Kaltengbicara.com di Google News untuk dapatkan informasi lainnya.














