Inovasi Brilian untuk Kurangi Kecanduan Gadget dan Olah Sampah, Ini Pesan DLH Kotim untuk Siswa SDN 4 Ketapang

FOTO - Siswa-siswi SDN 4 Ketapang saat mewawancarai Sri Fatmawati.

SAMPIT – Sebuah gebrakan luar biasa dilakukan oleh siswa-siswi SDN 4 Ketapang dalam upaya mengurangi kecanduan gadget sekaligus mengolah limbah menjadi barang bernilai. Didampingi oleh guru inspiratif, Mutia Lestari, S.Pd., dan Nina, S.Pd., enam siswa berbakat—Nafisa, Hakil, Rizki, Rere, Hana, dan Dafa—berkunjung ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kotawaringin Timur. Kedatangan mereka disambut hangat oleh Sri Fatmawati, Fungsional Penyuluh Lingkungan Hidup Ahli Muda DLH Kotim, yang mengapresiasi gagasan inovatif dari para siswa, Selasa 18 Maret 2025.

FOTO – Penyerahan produk inovasi SDN 4 Ketapang kepada DLH Kotim

Kunjungan ini bertujuan untuk memperkenalkan kembali permainan tradisional Balogo, yang kini nyaris terlupakan akibat maraknya penggunaan gawai. Lebih dari sekadar permainan, Balogo diyakini mampu meningkatkan motorik anak, mempererat interaksi sosial, serta mengurangi risiko gangguan mental akibat kecanduan teknologi. Dengan penuh semangat, siswa-siswi SDN 4 Ketapang merancang alat permainan tersebut dari tempurung kelapa, mengubah limbah alam menjadi alat edukasi yang berharga. Tak hanya itu, mereka juga menggagas pembuatan mainan edukatif berbahan kardus bekas, sebuah langkah cerdas dalam mengajarkan kreativitas sekaligus kepedulian lingkungan sejak dini.

DLH Kotim sangat mendukung langkah visioner ini, terlebih Kotim kini tengah menghadapi darurat sampah. Sampah yang menumpuk di TPS dan TPA harus segera ditangani dengan strategi pengolahan yang berkelanjutan. SDN 4 Ketapang telah menjadi pionir dalam pengelolaan sampah sejak tahun 2022 dengan mendirikan Bank Sampah HARATI (Harmonis, Ramah Anak, Teratur, dan Asri). Berbagai produk inovatif telah lahir dari tangan-tangan kreatif siswa, seperti sofa balet (sofa dari palet bekas), scrunchie dari kain perca, mozaik dari cangkang telur, kotak pensil dari kaleng bekas, mobil-mobilan dari botol plastik, hingga bunga dari karung bawang.

Keberhasilan SDN 4 Ketapang dalam mendaur ulang tak hanya sebatas produk fungsional, tetapi juga merambah dunia seni dan fashion. Prestasi gemilang baru saja diraih oleh Nafisa Qirla Rindani, yang menyabet Juara Pertama Fashion Show Daur Ulang dengan gaun memukau bertajuk “Svara Bumi”. Gaun yang memadukan karung goni dan tikar purun bekas ini menjadi simbol kepedulian terhadap bumi serta bukti bahwa kreativitas tak mengenal batas.

Kunjungan ini menjadi bukti nyata bahwa anak-anak bukan sekadar penerima dampak dari krisis lingkungan, tetapi juga agen perubahan yang mampu menciptakan solusi. Dengan semangat inovasi, keberlanjutan, dan kepedulian, SDN 4 Ketapang telah menunjukkan bahwa pendidikan lingkungan hidup bukan hanya teori, melainkan aksi nyata untuk menyelamatkan bumi.

“Anak-anak ini luar biasa! Mereka tidak hanya berpikir tentang solusi, tetapi juga langsung bertindak. Ini adalah contoh nyata bahwa perubahan bisa dimulai dari hal kecil, dari tangan-tangan kecil yang penuh mimpi besar,” ujar Sri Fatmawati penuh kagum.

Dengan gerakan inovatif ini, SDN 4 Ketapang tidak hanya mencetak generasi cerdas, tetapi juga membangun peradaban yang lebih ramah lingkungan. Sebuah langkah kecil bagi mereka, tetapi lompatan besar bagi masa depan Kotim dan dunia.// (007)

pesona haka kalibata