SAMPIT – Dalam semangat melestarikan kearifan lokal dan menanamkan nilai-nilai budaya sejak usia dini, RA Melati menggelar kegiatan istimewa bertajuk “Pengenalan Tradisi Hari Raya Ketupat”. Acara ini disambut dengan antusias luar biasa oleh peserta didik, dewan guru, serta para wali murid yang turut ambil bagian dalam momen penuh keceriaan dan makna tersebut, Rabu, 09 April 2025.

Dalam balutan suasana meriah nan sarat kekeluargaan, Kepala RA Melati, Ibu Mariyamah, S.Pd bersama para dewan guru dibantu orang tua siswa memimpin proses pembagian makanan tradisional yang tidak sekadar mengenyangkan, tetapi juga kaya akan filosofi luhur. Di mana aroma ketupat berpadu dengan tawa riang gembira anak-anak yang belajar sembari bermain.
Acara ini bukan hanya menjadi perayaan, tetapi juga ruang edukatif yang mengajak anak-anak mengenal makna sejati dari Hari Raya Ketupat. Ketupat, dalam tradisi Jawa, dikenal sebagai “kupat” yang bermakna ngaku lepat—mengakui kesalahan. Filosofi ini mengajarkan nilai kejujuran, kerendahan hati, dan pentingnya saling memaafkan dalam kehidupan bermasyarakat.
Tak hanya itu, anak-anak juga dikenalkan dengan konsep Laku Papat (Empat Tindakan), yakni:
Lebaran: membuka pintu maaf selebar-lebarnya,
Leburan: melebur dosa dan kesalahan,
Laburan: memutihkan hati dan jiwa dari iri dan dengki,
Luberan: simbol limpahan rahmat dan rezeki dari Allah SWT.
Melalui kegiatan ini, anak-anak RA Melati tidak hanya menikmati lezatnya ketupat, tetapi juga memahami bahwa tradisi ini adalah bentuk kemenangan spiritual setelah menunaikan ibadah puasa, sekaligus momentum indah untuk mempererat tali silaturahmi.
Keterlibatan aktif dewan guru dan para orang tua dalam kegiatan ini menjadi cerminan sinergi yang harmonis antara sekolah dan keluarga dalam membentuk karakter anak. Kegiatan yang semarak ini tidak hanya menambah wawasan budaya, tetapi juga memperkuat nilai kebersamaan, toleransi, dan cinta terhadap tradisi luhur bangsa.
Dengan semangat dan cinta yang mengalir dalam setiap helai janur ketupat, RA Melati menegaskan komitmennya sebagai lembaga pendidikan anak usia dini yang tak hanya mencerdaskan, tetapi juga membentuk pribadi yang berbudaya dan berakhlak mulia. //
Ikuti Kaltengbicara.com di Google News untuk dapatkan informasi lainnya.














