SAMPIT – Dalam atmosfer penuh kebanggaan dan semangat juang yang membara, SMK Negeri 3 Sampit yang berada di Desa Telaga Bari Kecamatan Mentawa Baru Ketapang Kotawaringin Timur, Kalteng, merayakan hari jadinya yang ke-16 dengan sebuah pencapaian monumental, Senin 26 Mei 2025 lalu.
Di tengah gelora perayaan, Kompetensi Keahlian Teknik Sepeda Motor resmi meluncurkan karya unggulan bertajuk “Voltri Electric”, sepeda motor listrik hasil kolaborasi sinergis antara siswa dan guru yang sarat akan nilai inovasi dan kepedulian terhadap lingkungan.
Peluncuran ini berlangsung meriah dan khidmat di halaman utama sekolah, disaksikan langsung oleh Kepala Sekolah, para guru, siswa, serta seluruh keluarga besar SMK Negeri 3 Sampit. Momen ini tak sekadar menjadi perayaan ulang tahun, namun juga tonggak penting yang menegaskan peran strategis pendidikan vokasi dalam menjawab tantangan zaman.

Nama “Voltri Electric” bukan sembarang pilihan. Ia memuat makna filosofis yang kuat: “Vol” sebagai representasi dari kata vocational dan “tri” yang melambangkan angka tiga—penanda identitas SMK Negeri 3 Sampit. Maka, lahirlah sebuah nama yang bukan hanya melambangkan produk, namun juga jiwa dan karakter sekolah kejuruan ini.
Ketua Kompetensi Keahlian Teknik Sepeda Motor, Agung Fandy Fattah, mengungkapkan bahwa sepeda motor ini dirancang dengan spesifikasi yang mengedepankan efisiensi dan keberlanjutan.
“Voltri Electric dirancang untuk mendukung mobilitas harian dengan performa yang kompetitif namun tetap ramah lingkungan. Memiliki jarak tempuh hingga 40 kilometer per satu kali pengisian dan kecepatan maksimal mencapai 80 km/jam, motor ini ditenagai oleh mesin berdaya 2.000 watt dengan baterai berkapasitas 1,44 KWH (72 volt 20Ah). Waktu pengisian pun efisien—hanya membutuhkan 2,5 hingga 3 jam menggunakan daya minimal 900 watt,” terang Agung.
Dalam sambutannya, Kepala SMK Negeri 3 Sampit, Lismayani, menyampaikan apresiasi mendalam terhadap semangat kolaboratif yang melahirkan karya luar biasa ini.
“Hari ini kita menyaksikan bukti nyata bahwa pendidikan kejuruan bukan hanya mencetak lulusan, melainkan melahirkan inovator. Voltri Electric adalah simbol dari kerja keras, kecerdasan kolektif, dan tekad untuk membawa perubahan,” ujar Lismayani dengan suara bergetar haru.
Sementara itu, Waka Humas Heriansyah turut memberikan refleksi atas makna peluncuran ini bagi masa depan pendidikan vokasi.
“Semoga kehadiran Voltri Electric dapat menginspirasi seluruh peserta didik untuk terus berani bermimpi, berinovasi, dan berkarya. Ini adalah bukti bahwa tangan-tangan muda mampu menciptakan solusi bagi tantangan dunia nyata.” lanjutnya.
Melalui peluncuran Voltri Electric, SMK Negeri 3 Sampit meneguhkan jati dirinya sebagai rumah bagi lahirnya generasi visioner—generasi yang tak hanya menguasai keterampilan, tetapi juga peka terhadap kebutuhan masa depan.// (KBC/007)














