BULUKUMBA – Sebagai wujud konkret kontribusi perguruan tinggi dalam mempercepat pembangunan berbasis teknologi di wilayah pesisir, tim dosen dan mahasiswa dari Program Studi Sistem Informasi Universitas Hasanuddin (UNHAS) melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dengan judul “PkM SiBulu: Peningkatan Kompetensi Transformasi Digital pada Perangkat Desa Pesisir di Kabupaten Bulukumba (BUMDes Passiturukan, Desa Gunturu)”.
Kegiatan ini berlangsung pada Jumat, 18 Juli 2025, di Kantor Desa Gunturu, Kecamatan Herlang, Kabupaten Bulukumba. Hadir dalam kegiatan tersebut para perangkat desa, Direktur Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), serta perwakilan Karang Taruna. Kehadiran para pemangku kepentingan lokal tersebut mencerminkan antusiasme dan dukungan terhadap inisiatif digitalisasi desa, yang dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang responsif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Tim pengabdian terdiri dari lintas disiplin ilmu, dipimpin oleh Ir. Eliyah Acantha Manapa Sampetoding, M.Kom (Dosen Sistem Informasi, FMIPA UNHAS), yang berkolaborasi dengan Alpiani, M.Si (Dosen Agrobisnis Perikanan, FIKP UNHAS) dan Illuminata Wynnie, S.Si., M.Si (Dosen Aktuaria, FMIPA UNHAS). Kolaborasi ini mencerminkan semangat integrasi multidisiplin dalam mendukung pemberdayaan masyarakat desa secara menyeluruh.
Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ini juga menjadi bagian penting dari proses transformasi, di mana empat mahasiswa aktif dari Program Studi Sistem Informasi — Muhammad Zoel Ramadhan, Kelvin Leonardo Sianipar, Muh. Adnan Amiruddin, dan Muhammad Ilham Syahfithrah Hendra — secara aktif mengambil peran dalam proses digitalisasi lapangan. Mereka tidak hanya bertindak sebagai fasilitator, tetapi juga sebagai mitra belajar masyarakat desa.
Ketua tim pengabdian, Eliyah Acantha, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan tahap kedua dari lima tahapan dalam roadmap transformasi digital Desa Gunturu yang telah disusun oleh tim.
“Fokus utama pada tahap ini adalah membangun kapasitas digital perangkat desa melalui pelatihan dan pendampingan teknologi secara langsung. Inisiatif ini sejalan dengan Visi Indonesia Digital 2045 serta mendukung agenda ASTA CITA (Visi Misi Prabowo-Gibran) menuju Indonesia Emas,” ujarnya.
Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa memberikan pelatihan intensif kepada perangkat desa, mencakup pembuatan dan pengelolaan website desa, penyusunan modul digital, serta penggunaan aplikasi Canva dan TikTok sebagai sarana promosi desa dan dokumentasi kegiatan secara kreatif dan modern.
Dalam sambutannya, Direktur BUMDes Passiturukan menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap kehadiran dan kontribusi tim UNHAS. Ia menilai program ini sangat bermanfaat dan tepat sasaran. “Kami merasa sangat terbantu dengan program ini. Harapan kami, pendampingan ini dapat berlanjut dalam beberapa bulan ke depan, agar kompetensi digital perangkat desa dapat terus meningkat dan mandiri,” ungkapnya.
Program ini merupakan bagian dari skema Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) yang didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (BIMA KEMDIKTISAINTEK Anggaran 2025).
Tujuannya adalah memperkuat hubungan sinergis antara institusi pendidikan tinggi dan masyarakat melalui pendekatan pemberdayaan yang berkelanjutan. Kegiatan ini juga menjadi salah satu manifestasi dari implementasi tridarma perguruan tinggi yang tidak hanya terfokus pada pengajaran dan penelitian, tetapi juga pengabdian yang memberikan dampak nyata bagi komunitas.
Melalui kegiatan ini, Universitas Hasanuddin kembali menegaskan komitmennya sebagai institusi yang tidak hanya unggul dalam aspek akademik, tetapi juga aktif menjawab tantangan sosial dan teknologi melalui kolaborasi, inovasi, dan keberpihakan pada masyarakat akar rumput, khususnya di wilayah pesisir dan perdesaan.














