PALANGKA RAYA – Persoalan infrastruktur pertanian di wilayah Samuda, Kotawaringin Timur (Kotim) hingga saat ini masih perlu penanganan cepat dari pihak pemerintah daerah, terlebih untuk optimalisasi sektor tersebut.
Anggota DPRD Kalteng, Sutik menjelaskan bahwa para petani saat berdialog dengan pihaknya beberapa waktu lalu menyampaikan keluhan terkait dengan akses jalan dan jembatan menuju lokasi pertanian.
“Kalau bisa melalui pemerintah daerah ikut menyukseskan program nasional tentang ketahanan pangan, yaitu dengan memberi dukungan infrastruktur kepada para petani dengan perbaikan infrastruktur jalan pertanian,” katanya kepada awak media, Rabu (12/11/2025).
Ia mengungkapkan, saat ini jalur yang harus dilalui para petani saat mengangkut hasil pertanian maupun sebaliknya, harus melewati sungai-sungai kecil.
“Kalau menggunakan kelotok atau perahu-perahu kecil itu terbatas, dan belum lagi biayanya mahal. Jadi tidak sesuai dengan hasil panen padinya,” ungkapnya.
Ia membeberkan, untuk badan jalan menuju lokasi pertanian itu sendiri sudah tersedia, namun masih butuh perbaikan yang optimal, sehingga dapat lebih layak untuk dilalui.
“Karenakan di Samuda ini difokuskan untuk daerah pertaniannya. Memang ada bantuan alat berat hingga alat penggilingan dari pusat, tapi yang dibutuhkan saat ini jalannya, paling panjang itu 10Km,” tutupnya. //
Ikuti Kaltengbicara.com di Google News untuk dapatkan informasi lainnya.














