PADANG – Sebagai wujud nyata kepedulian terhadap sesama, Panitia Natal Nasional 2025 menyalurkan 1.600 paket bantuan kemanusiaan kepada warga terdampak bencana alam di beberapa wilayah di Sumatera Barat.
Bantuan ini merupakan bagian dari komitmen panitia untuk menghadirkan Natal yang bermakna: tidak hanya melalui perayaan ibadah, tetapi juga aksi solidaritas yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat.
Ketua Panitia Natal Nasional 2025, Maruarar Sirait, menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan bentuk kepedulian seluruh Panitia terhadap mereka yang sedang berada dalam situasi sulit.
Ia menegaskan bahwa semangat Natal harus diterjemahkan dalam tindakan yang nyata, terutama bagi masyarakat yang sedang berjuang memulihkan kehidupannya pascabencana.
“Ketika saudara-saudara kita di Sumatera Barat mengalami musibah, kita hadir bukan sekadar menyampaikan simpati, tetapi juga solusi.
Solidaritas lintas golongan dan daerah adalah kekuatan sejati bangsa ini,” ujar Maruarar. Ia juga menyebut bahwa langkah ini selaras dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar perayaan Natal tidak berhenti pada seremoni, melainkan berdampak nyata bagi masyarakat.
Paket bantuan yang disalurkan mencakup Beras, minyak goreng, makanan kaleng, susu, sabun, pasta gigi, sampo, dan kebutuhan dasar lainnya.
Distribusi dilakukan di sejumlah lokasi terdampak seperti Kota Padang; HKBP, Tiku, Malalak, dan Palembayan, yang sebelumnya telah melalui proses asesmen dan koordinasi dengan pihak terkait.
Dalam pelaksanaannya, panitia bekerja sama dengan masyarakat, guna memastikan bantuan tersalurkan secara efektif dan tepat sasaran. Semangat gotong royong dan mempercepat proses pemulihan warga terdampak.
Proses distribusi dilakukan dengan mempertimbangkan data riil kebutuhan masyarakat serta memprioritaskan kelompok rentan, seperti lansia, anak-anak, dan keluarga yang benar-benar membutuhkan bantuan.
Verifikasi penerima manfaat juga dilakukan secara cermat guna memastikan bantuan benar-benar menjangkau mereka yang membutuhkan.
Maruarar menekankan bahwa kegiatan sosial ini tidak dimaksudkan sebagai formalitas belaka, melainkan bentuk iman yang diwujudkan dalam tindakan nyata.
“Natal bukan sekadar perayaan, tapi juga momentum untuk berbagi kasih dan memperkuat solidaritas antarumat manusia,” tegasnya.
Dengan semangat “Sederhana, Berdampak, dan Bermanfaat”, Panitia Natal Nasional 2025 berharap bantuan ini dapat memberi semangat baru bagi masyarakat Sumatera Barat yang sedang menghadapi masa sulit.
Ini adalah bagian dari tekad panitia untuk menghadirkan wajah Natal yang inklusif dan menyentuh hati setiap warga Indonesia, tanpa memandang latar belakang. AH














