Ditengah Efisiensi Anggaran, Bank Kalteng Jadi Pilar Inovasi Pendidikan Kotim

FOTO - Wakil Bupati Kotim, Irawati, saat menerima cenderamata dari guru SDN 4 Ketapang, Asykuriah, usai syukuran di Rumah Produksi dan Galeri Sekolah melalui skema Corporate Social Responsibility (CSR) dari Bank Kalteng.

SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, memberikan apresiasi tinggi atas terobosan inovatif SDN 4 Ketapang, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, yang berhasil membangun Rumah Produksi dan Galeri Sekolah melalui skema Corporate Social Responsibility (CSR) dari Bank Kalteng.

Peresmian fasilitas tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Kotim, Irawati, Jumat (13/2/2026). Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kotawaringin Timur, Yolanda Lonita Fenisia, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Cok Orda Putra Legawa, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Muhammad Irfansyah, serta anggota DPRD Kotim, Riskon Fabiansyah. Kehadiran para pemangku kebijakan ini menjadi penegasan kuat bahwa inovasi pendidikan merupakan tanggung jawab kolektif lintas sektor,.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati menegaskan bahwa kolaborasi antara dunia pendidikan dan sektor perbankan daerah ini merupakan langkah strategis sekaligus inspiratif di tengah kebijakan efisiensi anggaran.

“Di saat anggaran pendidikan mengalami pemangkasan hingga Rp90 miliar, hadirnya CSR Bank Kalteng menjadi bukti bahwa sinergi dapat melahirkan solusi. Ini bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi pembangunan harapan,” ujarnya.

Menurut Irawati, Rumah Produksi dan Galeri Sekolah bukan hanya fasilitas tambahan, melainkan ruang pembelajaran kontekstual yang menanamkan jiwa kewirausahaan sejak dini. Para siswa tidak hanya memperoleh teori di kelas, tetapi juga praktik nyata dalam mengelola produk, memahami proses produksi, hingga belajar manajemen sederhana. Pendidikan karakter dan kemandirian pun tumbuh seiring proses tersebut.

Ia juga menyoroti keberlanjutan program Si Gembung (Siswa-siswi Gemar Menabung) hasil kolaborasi dengan Bank Kalteng. Program ini dinilai sebagai inovasi finansial edukatif yang visioner, karena membiasakan siswa menabung sejak kelas 1 SD hingga usia 17 tahun sebagai bekal melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.

Ia juga secara khusus mengapresiasi para guru pendamping program inovasi Si Gembung (Siswa-siswi Gemar Menabung), yang dinilai berhasil mengintegrasikan literasi keuangan dengan pendidikan karakter. Program tersebut dikelola dengan penuh dedikasi oleh Asykuriah dan Harun Yahya.

“Saya bangga kepada guru-guru yang tidak hanya mengajar di kelas, tetapi juga membimbing anak-anak membangun masa depan mereka. Program Si Gembung ini luar biasa karena mengajarkan perencanaan dan tanggung jawab sejak dini,” ungkapnya

“Banyak anak putus sekolah karena kendala biaya. Dengan budaya menabung yang dibangun sejak dini, masa depan mereka menjadi lebih terjamin. Ini adalah investasi jangka panjang bagi generasi Kotim,” tambahnya.

Pimpinan Bank Kalteng Cabang Sampit, Sigit Purnama Aji, menegaskan bahwa dukungan tersebut merupakan komitmen nyata Bank Kalteng Peduli dalam memperkuat ekosistem pendidikan daerah. Ia menekankan bahwa peran bank pembangunan daerah tidak hanya sebatas layanan finansial, tetapi juga menjadi mitra strategis dalam mencetak generasi mandiri dan berdaya saing.

“Bank Kalteng hadir bukan hanya sebagai lembaga keuangan, tetapi sebagai bagian dari pertumbuhan masyarakat. Rumah Produksi dan Galeri ini kami harapkan menjadi ruang lahirnya kreativitas, kemandirian, dan semangat wirausaha anak-anak,” ungkapnya.

Sementara itu, guru pendamping inovasi, Asykuriah, menyampaikan rasa syukur atas dukungan berkelanjutan berbagai mitra yang konsisten membersamai sekolah. Selain Bank Kalteng sebagai motor utama dukungan CSR, kontribusi dari Griya Samudra dan PT Trakindo Utama turut memperkuat langkah SDN 4 Ketapang dalam mewujudkan mimpi besar dari sekolah yang sederhana.

Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa ketika dunia usaha dan pendidikan berjalan beriringan, keterbatasan bukanlah penghalang, melainkan tantangan yang melahirkan inovasi. Bank Kalteng pun tampil sebagai teladan bagaimana lembaga keuangan daerah dapat mengambil peran strategis dalam membangun masa depan generasi.

 

pesona haka kalibata