DLH Kotawaringin Timur Perkuat Kesiapsiagaan Karhutla melalui Apel Gelar Pasukan dan Sarana Prasarana

FOTO - Suasana pengecekan sarana dan prasarana oleh Wakapolres Kotim, Kompol Christian Maruli Tua Siregar, S.I.K., M.M.,

SAMPIT — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kotawaringin Timur turut berpartisipasi dalam kegiatan Apel Gelar Pasukan dan Sarana Prasarana Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang dilaksanakan pada Jumat (17/4/2026) kemarin pagi di halaman Polres Kotawaringin Timur, Jalan Jenderal Sudirman Km. 0.

Kegiatan tersebut menjadi wujud kesiapsiagaan lintas sektor dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan yang kerap meningkat pada musim kemarau. Apel ini juga menegaskan pentingnya koordinasi antarlembaga dalam membangun sistem penanganan Karhutla yang cepat, terpadu, dan efektif di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur.

Dalam kesempatan itu, DLH Kotawaringin Timur menampilkan sekaligus memastikan kesiapan sarana dan prasarana pendukung penanggulangan Karhutla. Peralatan yang disiagakan meliputi pakaian dan celana pemadam, sepatu boots, kacamata pelindung, masker, pompa air, hingga selang pemadam.

Pengecekan sarana dan prasarana dilakukan langsung oleh Wakapolres Kotawaringin Timur, Kompol Christian Maruli Tua Siregar, S.I.K., M.M., guna memastikan seluruh perlengkapan berada dalam kondisi optimal dan siap digunakan saat diperlukan di lapangan.

Selain kesiapan peralatan, DLH Kotawaringin Timur juga telah membentuk Tim Satuan Tugas (Satgas) Karhutla yang secara aktif menjalankan upaya pencegahan dan penanganan. Sebagai bagian dari penguatan kapasitas, tim tersebut sebelumnya telah melaksanakan simulasi penanggulangan Karhutla guna meningkatkan kesiapan personel dalam menghadapi kondisi darurat.

Ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai, ditopang sumber daya manusia yang terlatih, diharapkan mampu mendukung respons cepat dan efektif apabila terjadi kebakaran. Langkah ini sekaligus memperkuat strategi pencegahan sejak dini demi menjaga kelestarian lingkungan serta melindungi masyarakat dari dampak Karhutla.

Ketua Tim Satuan Tugas Pencegahan dan Pengendalian Kebakaran Lahan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kotawaringin Timur, Dr. Titik Setiyowati, S.E., M.Si., menegaskan bahwa penanganan Karhutla harus dilakukan secara komprehensif dengan mengedepankan pencegahan sebagai prioritas utama.

“Karhutla bukan semata persoalan kebakaran, tetapi juga menyangkut kualitas lingkungan, kesehatan masyarakat, dan keberlanjutan pembangunan daerah. Karena itu, kesiapsiagaan tidak boleh bersifat musiman, melainkan harus menjadi budaya kerja bersama. Sinergi antarlembaga, dukungan teknologi, serta partisipasi aktif masyarakat merupakan fondasi penting untuk mencegah risiko sejak dini dan memastikan setiap potensi ancaman dapat ditangani secara cepat serta tepat,” ujarnya.

Ia menambahkan, keberhasilan pengendalian Karhutla sangat ditentukan oleh kesadaran kolektif seluruh elemen masyarakat untuk menjaga lingkungan dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran lahan.//

 

pesona haka kalibata