SAMPIT – Dunia pendidikan anak usia dini di Kotawaringin Timur kembali menorehkan kebanggaan. RA Melati Kotawaringin Timur tampil mencuri perhatian di tingkat Provinsi Kalimantan Tengah setelah sukses meraih dua penghargaan sekaligus dalam Lomba Siswa Bercerita pada peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama RI Tahun 2026.
Prestasi tersebut bukan sekadar kemenangan dalam sebuah kompetisi, melainkan penegasan bahwa madrasah di daerah mampu tampil unggul, berdaya saing, dan sejajar di level provinsi. Dua siswa RA Melati berhasil mengharumkan nama sekolah, yakni Mustofa yang meraih Juara II, serta Azlan Zien Faraby yang membawa pulang gelar Harapan II.

Penghargaan diserahkan dalam forum resmi Rapat Kerja Wilayah dan Evaluasi Kinerja Kementerian Agama se-Kalimantan Tengah, Selasa malam (14/4/2026), oleh Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Kalteng, H. Amruddin, mewakili Kepala Kanwil Muhammad Yusi Abdhian.
Capaian ini menempatkan RA Melati Kotim sebagai salah satu madrasah yang berhasil membangun kualitas pendidikan sejak usia dini melalui pendekatan literasi, keberanian tampil di depan publik, dan pembentukan karakter.
Kepala RA Melati Kotawaringin Timur, Mariyamah menegaskan bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil dari proses pendidikan yang dijalankan secara konsisten dan terarah.
“Prestasi ini adalah buah dari kerja bersama. Guru-guru kami terus mendampingi anak-anak dengan penuh kesabaran, melatih keberanian, kemampuan berbicara, serta membangun rasa percaya diri mereka sejak dini,” ujarnya, Sabtu (18/4/2026).
Menurutnya, keberhasilan di level provinsi menjadi bukti bahwa pendidikan usia dini memiliki peran strategis dalam membentuk fondasi generasi masa depan.
Ia menambahkan, pihak sekolah tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga pada pengembangan karakter, kreativitas, dan kemampuan komunikasi anak.
“Kami ingin anak-anak tumbuh sebagai pribadi yang cerdas, berakhlak, berani tampil, dan mampu bersaing di masa depan. Prestasi ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan mutu pendidikan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Kotawaringin Timur, **Nur Widiantoro**, menyebut pencapaian tersebut sebagai sinyal positif bahwa madrasah di Kotim memiliki kualitas yang terus berkembang.
“Ini menunjukkan bahwa madrasah di Kotim mampu bersaing di tingkat provinsi. Kami mengapresiasi kerja keras guru, siswa, dan seluruh pihak yang terlibat. Semoga ini menjadi energi baru bagi lembaga pendidikan lain untuk terus berprestasi,” ucapnya.
Hal senada disampaikan H. Amruddin**, yang menilai prestasi madrasah lahir dari sinergi kuat antara lembaga pendidikan, tenaga pendidik, dan dukungan keluarga.
Dengan torehan dua penghargaan tersebut, RA Melati Kotawaringin Timur tak hanya membawa pulang piala, tetapi juga membawa pesan penting: dari daerah, lahir prestasi yang mampu bersinar di panggung provinsi.//














