SAMPIT, KBC– Kapolsek Baamang, IPTU Fedrick Liano, menegaskan bahwa pihaknya belum menerima laporan resmi terkait insiden perang sarung di wilayah Smekto dan perkelahian dua remaja wanita yang sempat viral di sekitar bandar udara H. Asan Sampit, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
“Sampai saat ini, kami belum menerima laporan dari masyarakat mengenai perang sarung dan perkelahian yang viral tersebut,” ungkap Fedrick pada Sabtu, 16 Maret 2024.
Meskipun belum ada laporan resmi, polisi tetap aktif dalam mengantisipasi permasalahan tersebut. Anggota polisi telah dikerahkan untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut guna untuk mengetahui kronologis dan pelaku yang terlibat.
“Saya telah memerintahkan anggota untuk menyelidiki dan menindaklanjuti kasus ini. Kami berupaya meminimalisir agar kejadian ini tidak terulang,” jelasnya.
Fedrick juga menghimbau agar masyarakat atau korban yang terlibat dalam insiden tersebut melaporkan kejadian tersebut secara langsung ke pihak kepolisian, bukan hanya menyebarkannya atau curhat di media sosial.
“Jika terjadi masalah hukum, laporkanlah langsung ke polisi. Kami tidak dapat menangani masalah jika tidak ada laporan resmi yang kami terima. Bukan lapor atau curhat ke media sosial,” tegasnya.
Dengan demikian, Polsek Baamang siap untuk menangani dan menyelesaikan kasus tersebut, sehingga langkah-langkah tersebut diharapkan dapat membantu menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah hukum mereka.
Sementara sebelumnya untuk diketahui bahwa, perang sarung tersebut terjadi pada Jumat, 15 Maret sekitar pukul 20.00 wib, namun dalam insiden itu, salah seorang warga yang terlibat dalam perang tersebut terkena serangan sarung yang diduga berisikan batu. Sehingga akibatnya ia mengalami luka di dahinya dan dilarikan ke RSUD dr Murjani Sampit. // (KBC/MG1)














