PALANGKA RAYA, – Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Palangka Raya menekankan pentingnya kualitas calon pemimpin yang akan memimpin pada periode 2024-2029 baik itu calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalteng maupun walikota atau bupati di 13 Kabupaten dan 1 Kota di provinsi Kalimantan Tengah.
Dalam menghadapi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak yang akan digelar pada 27 November 2024 mendatang, GMKI Palangka Raya mengajak seluruh masyarakat Kalimantan Tengah untuk lebih teliti dan cermat dalam memilih pemimpin yang mampu membawa kemajuan bagi daerah.
Melalui Ketua Bidang Aksi dan Pelayanan (Akspel) GMKI Cabang Palangka Raya, Mika Pebriana menyampaikan bahwa Pilkada kali ini merupakan momentum penting bagi masyarakat Kalimantan Tengah untuk menentukan arah pembangunan daerah dalam lima tahun ke depan.
“Kalimantan Tengah membutuhkan pemimpin yang tidak hanya memiliki visi yang jelas, tetapi juga integritas dan kompetensi yang mumpuni untuk menghadapi berbagai tantangan di masa depan,” ujar Mika.
GMKI Palangka Raya menegaskan bahwa masyarakat harus mempertimbangkan rekam jejak, kapasitas, apakah peduli terhadap kepentingan dan aspirasi rakyat, calon yang punya hati untuk melayani dengan adil atau tidak membeda-bedakan agama dan kelompok tertentu, dan program kerja yang ditawarkan oleh setiap calon harus jelas.
“Pemimpin yang kita pilih haruslah sosok yang mampu memperjuangkan kepentingan rakyat, serta memiliki kemampuan untuk mengelola sumber daya daerah secara bijaksana demi kesejahteraan bersama,” jelasnya.
Mika juga mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh oleh janji-janji manis yang belum tentu dapat direalisasikan. Mereka mengimbau masyarakat agar memilih berdasarkan kualitas dan bukan semata-mata karena popularitas atau tekanan tertentu.
“Pilkada serentak 2024 ini adalah kesempatan emas bagi kita semua untuk mewujudkan Kalimantan Tengah yang lebih maju dan sejahtera. Oleh karena itu, mari kita gunakan hak suara kita dengan bijak demi masa depan daerah yang lebih baik. Jangan sampai memilih pemimpin hanya karena transaksional atau money politik” ucapnya.
Terakhir Mika Pebriana menekankan untuk memilih pemimpin di setiap daerah Kalteng harus jauh dari sikap intoleransi dan rasisme. Karena Kalimantan Tengah menjunjung tinggi Falsafah huma betang sebagai bentuk pedoman dalam hidup berdampingan atas perbedaan yang ada.
“Kita harus memilih pemimpin yang harus jauh dari intoleransi dan rasisme, karena Kalimantan Tengah menjunjung tinggi Falsafah huma betang sebagai bentuk pedoman kita dalam hidup berdampingan atas perbedaan yang ada.
GMKI Palangka Raya berkomitmen untuk terus mengawal proses demokrasi ini, serta mendorong terwujudnya Pilkada yang jujur, adil, dan demokratis di Kalimantan Tengah. // (KBC/006)
Ikuti Kaltengbicara.com di Google News untuk dapatkan informasi lainnya.














