SAMPIT – Ketua Komunitas Peduli Kotim (KPK) Audy Valen menyoroti kinerja buruk sejumlah anggota DPRD setempat yang dinilai mengabaikan tugas dan fungsi pokoknya sebagai kepanjangan tangan rakyat. Menurutnya adanya kabar dua anggota dewan yang jarang turun kegiatan di legislatif tersebut merupakan preseden buruk di lembaga tersebut.
“Tentunya bukan hanya kali ini saja kita dengar ada beberapa oknum anggota dewan jarang turun dalam kegiatan penting, dahulu juga demikian, artinya ini sudah menjadi preseden buruk yang terus terulang, untuk itu kami minta Badan Kehormatan Dewan (BK) bertindak tegas karena ini sudah mengarah pada dugaan pelanggaran tata tertib (tatib),” ungkapnya
Disisi lain pria yang tidak lain adalah salah satu Aktivis pentolan di daerah tersebut menekankan, jika memang benar adanya bahwa kedua anggota dewan inisial (HS), dan (MD) ini jarang turun dalam kegiatan penting, baik itu rapat paripurna, RDP, dan kegiatan penting lainnya, harus ada sanksi tegas dari BK sesuai dengan mekanisme yang ada.
“Kami kira harus ada sanksi tegas, karena ini menyangkut kepentingan masyarakat karena mereka dipilih untuk memperjuangkan kepentingan rakyat, harus kita ketahui bersama bahwa tugas dan fungsi pokok dewan itu sudah jelas, jadi jangan hanya duduk diam manis saja,” tegasnya.
Bahkan Audy juga meminta aparat penegak hukum untuk melakukan penyelidikan terhadap SPPD dua anggota dewan yang bersangkutan mengingat keduanya yang diduga jarang turun dan melakukan kegiatan-kegiatan penting lainnya di lembaga tersebut. “Jangan-jangan, dugaan kita SPPD nya jalan terus, tapi anggota dewannya tidak hadir, ini patut dilakukan penyelidikan, untuk itu kami minta aparat penegak hukum melakukan penyelidikan,” tandasnya.
Terpisah Ketua Badan Kehormatan Dewan (BK) Syahbana SP dikonfirmasi terkait perkembangan dua anggota DPRD tersebut belum memberikan komentar resmi, apakah sudah ada tindak lanjut dalam bentuk pemanggilan maupun menyurati fraksi-fraksi yang bersangkutan.
Sementara itu Ketua Fraksi PAN DPRD Kotim Dadang Siswanto mengatakan, hari ini salah satu anggota fraksinya yang diduga jarang turun tersebut, sudah turun mengikuti rapat paripurna dan kegiatan dewan lainnya. “Sudah turun tadi yang bersangkutan,” ungkapnya singkat.
Sedangkan untuk anggota Fraksi PDI Perjuangan (MD), dikonfirmasi melalui Sekjen DPC PDIP Alexius Esliter, terkait apakah sudah ada tindak lanjut dari fraksi menyampaikan bahwa ada mekanisme yang harus di taati oleh setiap anggota dewan melalui fraksi. “Sudah jelas mekanismenya, ada ketua Fraksi, jadi ketua fraksi lah yang mengatur dengan tatib, yang mana itu harus dijalankan,”ungkap Alexius. //
Ikuti Kaltengbicara.com di Google News untuk dapatkan informasi lainnya.














