Artinus Hulu Luncurkan Buku “Gerakan di Persimpangan”, Suarakan Peran Mahasiswa dalam Mendorong Perubahan Bangsa

JAKARTA — Sekretaris Umum Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (PP GMKI) periode 2022–2024, Artinus Hulu, resmi meluncurkan dan membedah bukunya yang berjudul “Gerakan di Persimpangan: Menyelami Oikumenisme dan Nasionalisme” di Graha Oikumene, Salemba Raya 10, Jakarta Pusat, pada Jumat (8/8).

Acara peluncuran dibuka dengan ibadah yang dipimpin oleh Pdt. Dr. Nus M. Liur, M.Th. (Sekum PP GMKI 1990–1992), didukung oleh liturgos Bung Panca Situmorang, pembawa acara Anastasia Hilda Simamora, serta dimeriahkan oleh penampilan solois Bung Gulo, tarian daerah oleh Bung Yuken, dan paduan suara Naviri.

Bedah buku dipandu oleh Asterlita Raha (alumnus Magister Universitas Indonesia/PP GMKI 2022–2024), dengan menghadirkan sejumlah narasumber dari lintas organisasi dan agama, seperti: Prof. Dr. John Pieris, M.S. – Guru Besar UKI, mantan anggota DPR RI, Firman Jaya Daeli – Ketua Umum PP BKS PGI-GMKI 2024–2029, mantan anggota Komisi III DPR RI, Sahat Martin Philip Sinurat – Ketua Umum DPP GAMKI 2023–2026, Rosiana Purnomo – Kepala Biro Pemuda dan Remaja PGI, Ravindra – Sekjen PP HIKMAHBUDHI 2021–2024, Teddy Chrisprimanata Putra – Sekjen PP KMHDI 2023–2025.

Sejumlah tokoh turut memberikan testimoni, antara lain Dr. Rekson Silaban (aktivis buruh internasional), Delvis Rettob (Sekjen PP PMKRI 2022–2024), dan Muhammad Amri Akbar (Sekjen PP KAMMI 2024–2026).

Buku “Gerakan di Persimpangan” merupakan bunga rampai reflektif yang merekam perjalanan dan pemikiran Artinus Hulu selama aktif di GMKI. Buku ini membahas berbagai isu nasional seperti demokrasi, ketidakadilan, korupsi, krisis iklim, lingkungan, kesehatan mental, toleransi, peran pemuda adat, hingga visi Indonesia Emas 2045.

“Buku ini merupakan cerminan dari pergulatan intelektual saya sebagai aktivis mahasiswa dalam melihat dan merespons dinamika bangsa dari perspektif oikumenis dan nasionalis,” ungkap Artinus dalam sambutannya.

Artinus—alumnus Fakultas Ekonomi dan Bisnis USU dan Magister UI—mengangkat pentingnya peran mahasiswa sebagai aktor perubahan sosial-politik. Ia juga menekankan perlunya kepemimpinan pemuda di tengah tantangan globalisasi dan digitalisasi.

“Setiap bab dalam buku ini menyajikan pemikiran kritis tentang kepemimpinan muda, gerakan antikorupsi, perlawanan terhadap hoaks, serta pembangunan bangsa yang berakar pada semangat kebhinekaan,” tambahnya.

Acara ini dihadiri ratusan peserta dari berbagai elemen, mulai dari mahasiswa lintas kampus di Jakarta, aktivis Cipayung Plus, forum sekjen organisasi kepemudaan, pengurus BEM, hingga tokoh-tokoh lintas generasi GMKI dan organisasi keagamaan lainnya.

Hadir pula para Ketua Umum PP GMKI lintas periode, seperti Natigor Siagian, Imanuel Blegur, David Pajung, Corneles Galajinjinay, serta Ketum saat ini, Prima Surbakti. Turut hadir aktivis senior seperti Rendy Umbo (KorNas JPPR), Abetnego Tarigan, Bosmen Silalahi, hingga mantan Ketua STT Jaffray Jakarta, Pdt. Jerry Rumahlatu.

Salah satu tokoh muda, Bung Theo Cosner Tambunan dari DPP GAMKI, menyampaikan apresiasinya atas peluncuran buku ini. “Ini bukan sekadar peluncuran buku, tetapi momentum besar yang memberi inspirasi bagi para aktivis muda untuk mulai menuangkan gagasan dalam bentuk karya tulis,” katanya.

Dengan hadirnya buku ini, Artinus berharap semangat literasi di kalangan aktivis dan generasi muda semakin tumbuh. “Gerakan mahasiswa harus terus menjadi motor perubahan sosial yang berlandaskan nilai-nilai kemanusiaan, keadilan, dan nasionalisme,” pungkasnya.

Buku “Gerakan di Persimpangan” diharapkan menjadi rujukan bagi siapa pun yang ingin memahami dinamika pergerakan mahasiswa, oikumenisme, dan nasionalisme dalam menghadapi tantangan Indonesia masa depan.

Ikuti Kaltengbicara.com di Google News untuk dapatkan informasi lainnya.

pesona haka kalibata