Paska BBM Naik, Kebutuhan Pokok dan Bahan Bangunan Ikut Naik

Keterangan : Tie/Foto tukang saat menyusun batu bata merah.

KaltengBicara.com – Sampit. Pasca naiknya harga bahan bakar minyak oleh pemerintah, akhirnya berdampak terhadap kebutuhan pokok dan bahan bangunan di Kotawaringin Timur. Berikut ini dari pantau wartawan ialah beras lokal jika sebelumnya Rp 10.000/kg naik menjadi 11000/kg, memyusul telur ayam ras satu sap Rp 60-75 padahal sebelumnya 45-52 per-sap, ayam potong Rp 40 000-42.000/kg sebelumnya Rp 36.000-38.000/kg dan juga sayur-sayuran juga mengalami kenaikan kendatipun tidak signifikan.

“kami hanya meningikuti harga dari agen, jika agen naik maka kami dipasar juga ikut naik, ya mau gimana lagi biaya angkut juga naik karena harga BBM juga naik kita juga harus mengikutinya seperti contoh ayam potong pabrik sepatu pdh karena di datangkan dari Banjarmasin secara otomatis biaya angkutnya juga naik karena BBM naik” ujar Halimah (39) seorang pedagang di Sampit.

Sementara untuk bahan bangunan yang mengalami kenaikan ialah pasir beton Rp 600.000 naik menjadi Rp 900.000/dum truk, kemudian semen 55.000 naik menjadi 65.000/sak, bata merah sebelumnya 600.000 (sebanyak seribu buah) naik menjadi 750.000 dan menyusul bahan bangunan lainnya.

“rata rata bahan bangunan naik sejak bbm naik dampaknya ya biaya angkut naik sehingga harga juga harus naik, harapan kami masyarakat kepada pemerintah supaya melakukan evaluasi kenaikan harga BBM ini dengan melakukan survei kelapangan sehingga ekonomi masyarakt tidak anjlok,” ujar Udin seorang pekerja bangunan di Sampit. /// (Tie)

pesona haka kalibata