PALANGKA RAYA — Senior Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Kalimantan Tengah, Fitroni, menyoroti polemik yang mencuat pasca pelaksanaan Konferensi Cabang (Konfercab) dan Konferensi Daerah (Konferda) GAMKI Kalteng yang dinilai digelar sepihak tanpa melibatkan Dewan Pimpinan Daerah (DPD), para senior, maupun anggota GAMKI di wilayah tersebut.
aat dihubungi, Fitroni mengungkapkan kekecewaannya terhadap Dewan Pimpinan Pusat (DPP) GAMKI yang dianggap telah mengabaikan etika organisasi. Ia menilai DPP menunjukkan sikap arogan dan tidak menghormati kultur organisasi di daerah.
“Kalau dilihat DPD inikan sedang dikangkangi, karena tidak adanya komunikasi yang baik terkait apa yang menjadi persoalan polemik. Ini seperti pembegalan terhadap organisasi di daerah. DPP menunjukkan arogansi dan minim etika terhadap pengurus DPD, senior, dan anggota GAMKI yang ada di Kalimantan Tengah,” tegas Fitroni pada Senin, (26/5/2025)
Ia menambahkan, seharusnya DPP sebagai pemegang mandat tertinggi di organisasi tetap menjunjung tinggi prinsip kolektif kolegial dan musyawarah mufakat dengan memperhatikan kultur di Kalimantan Tengah. Pelibatan pengurus daerah serta komunikasi yang terbuka dinilai penting untuk menjaga soliditas dan marwah organisasi.
“Cara yang dilakukan DPP justru memberi contoh yang tidak baik dan justru memicu konflik bagi GAMKI di Kalteng.” Tegasnya.
Fitroni berharap DPP GAMKI segera melakukan evaluasi atas pelaksanaan Konfercab dan Konferda tersebut serta membangun kembali komunikasi dengan pengurus dan kader di daerah agar dinamika organisasi tetap sehat dan demokratis. //
Ikuti Kaltengbicara.com di Google Newsuntuk dapatkan informasi lainnya.














