BOGOR — Nama Wakil Rektor III Universitas Pakuan (Unpak) Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Dr. Andi Choirunnas, menjadi sorotan setelah akun Instagram BEM KBM Unpak pada Kamis, 11 September 2025, mengunggah postingan yang menampilkan dirinya mengenakan kemeja berlogo Partai Hanura. Unggahan itu memicu perdebatan soal dugaan keterkaitan dirinya dengan partai politik.
Menanggapi polemik tersebut, Dr. Andi Choirunnas menyampaikan permohonan maaf sekaligus klarifikasi. Ia menegaskan tidak pernah memiliki keterikatan politik. “Saya tegaskan bahwa saya tidak pernah menjadi anggota maupun pengurus partai politik mana pun. Kehadiran saya di acara Partai Hanura murni atas undangan sahabat saya yang akan dilantik menjadi pengurus partai. Saya datang sebagai bentuk apresiasi pribadi, bukan sebagai keterikatan politik,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan alasan mengenakan atribut partai pada saat itu. Menurutnya, hal tersebut hanya bentuk penghormatan kepada sahabatnya. “Adapun saya mengenakan atribut pada saat itu semata-mata karena menghormati undangan teman saya, bukan karena saya bagian dari partai tersebut,” jelasnya.
Dr. Andi juga memberi penjelasan terkait potongan video saat dirinya tampak emosional dalam sebuah aksi mahasiswa. Ia menegaskan bahwa saat itu situasi kampus dalam kondisi genting karena massa aksi berlarian masuk ke area kampus sehingga berpotensi menimbulkan kericuhan. “Sebagai pimpinan, saya berkewajiban menjaga ketertiban dan keselamatan bersama. Emosi yang terlihat dalam video tersebut adalah reaksi spontan dalam upaya mengendalikan situasi, bukan sikap anti terhadap demokrasi atau aspirasi mahasiswa,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa dirinya tetap menghargai kritik mahasiswa sebagai bagian dari dinamika kampus. “Bagi saya, mahasiswa adalah anak-anak saya sendiri. Maka, saya memandang kritik bukan sebagai serangan, melainkan sebagai bentuk kepedulian yang perlu saya terima dengan lapang dada,” ungkapnya. Namun, ia juga berharap aspirasi disampaikan secara santun dan konstruktif sesuai nilai akademik yang dijunjung di Unpak.
Di sisi lain, BEM KBM Unpak dalam unggahan beruntun menyuarakan keresahan mereka. Mereka menilai mahasiswa kurang dilibatkan dalam pengambilan keputusan kampus, termasuk dalam pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Baru Mahasiswa (PKBN). BEM mengklaim selama ini peran lembaga mahasiswa cenderung hanya formalitas karena keputusan lebih banyak ditentukan rektorat. Mereka juga menyoroti adanya potongan video dan pernyataan yang diduga merugikan mahasiswa, seperti tudingan bahwa mahasiswa bukan stakeholder penting hingga ungkapan “kalau miskin jangan kuliah di Unpak.”
Meski kritik itu cukup keras, Dr. Andi Choirunnas menegaskan bahwa konteks ucapan yang beredar sering kali dipotong dari situasi sebenarnya. Ia menekankan niat utamanya adalah menjaga ketertiban kampus dan memastikan keberlangsungan pendidikan. “Saya berharap komunikasi antara mahasiswa dan pimpinan kampus bisa berjalan lebih sehat, agar dinamika akademik tetap berkembang positif,” pungkasnya.














