MAROS – Tim Pengabdian Desa Binaan (PDB) Universitas Hasanuddin mengadakan sosialisasi perdana mengenai digitalisasi usaha desa di Desa Benteng Gajah, Kabupaten Maros, sebagai langkah awal program pembinaan.
Kegiatan ini merupakan rangkaian dari inisiatif “Transformasi Inovatif dan Penguatan Kapasitas Teknologi di Desa Benteng Gajah, Kabupaten Maros” yang mendapatkan dukungan pendanaan melalui skema PDB BIMA Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (KEMDIKTISAINTEK) Tahun Anggaran 2025.
Pelaksanaan dipimpin Dr. Muhammad Hasbi, M.Sc (FMIPA, Unhas) selaku ketua, bersama tiga dosen anggota: Dr. Alpiani, S.Pi., M.Si (FIKP, Unhas), Ir. Eliyah Acantha Manapa Sampetoding, M.Kom (FMIPA, Unhas), dan Rafika Uksi, M.Ak (Akuntansi, PNUP).
Sejumlah mahasiswa turut berpartisipasi, yakni Kelvin Leonardo Sianipar, Laode Fahmi Hidayat, Muhammad Ilham Syahfithrah Hendra, Muhammad Zoel Ramadhan, dan Muhammad Azka Sufirman Rahman.
Materi sosialisasi berfokus pada peningkatan kapasitas digital marketing dan brand awareness bagi pelaku usaha lokal, termasuk Karang Taruna dan BUMDes.
Dr. Alpiani menegaskan rencana tindak lanjut berupa pembentukan tim digitalisasi, pembuatan akun/etalase produk, serta penetapan target pemasaran.
Kepala Desa Benteng Gajah, Anshar, menyampaikan apresiasinya atas pendampingan dari Unhas.
Ia menyoroti pisang Cavendish sebagai komoditas unggulan desa dan menambahkan bahwa Bukit Bulu Saukan menjadi salah satu destinasi alam yang diminati pendaki.
Menurut tim PDB, pendampingan lanjutan pada November–Desember 2025 akan mencakup yakni pembentukan tim digitalisasi desa; pembuatan dan kurasi akun/etalase produk pada kanal digital; penyusunan target pemasaran serta SOP manajemen sederhana (produksi–distribusi–pencatatan).
Program ini diharapkan mendorong kenaikan produktivitas, perluasan akses pasar, dan perbaikan tata kelola usaha berbasis data, sekaligus memperkuat citra merek produk lokal Benteng Gajah.
Tim PDB juga menyampaikan terima kasih kepada KEMDIKTISAINTEK atas dukungan melalui Program BIMA 2025, yang memungkinkan akademisi Unhas menghadirkan hasil kajian ilmiah secara langsung bagi masyarakat Desa Benteng Gajah.














