SAMPIT — Seorang pelajar SMK di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di danau bekas galian C, Kamis (26/2/2026) sore.
Korban diketahui bernama Ananda Putra Wijaya (17), siswa SMK Negeri 2 Sampit asal Desa Bagendang, Kecamatan Mentaya Hilir Utara. Ia dilaporkan tenggelam sekitar pukul 16.30 WIB saat berenang di danau bekas galian C di Jalan Bina Karya, Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang.
Korban ditemukan sekitar pukul 19.50 WIB dalam kondisi meninggal dunia. Jasadnya berada kurang lebih 20 meter dari tepi danau.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban diduga mengalami kelelahan saat berenang menuju bagian tengah danau untuk menyusul teman-temannya.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kotawaringin Timur (BPBD Kotim), Multazam, mengatakan korban ditemukan setelah dilakukan pencarian oleh tim gabungan.
“Ya Kesigapan tim pencarian BPBD dan Pos SAR Sampit, pukul 19.50 wib korban di temukan. Di sekitar 25 meter dari pinggir danau.Kedalaman danau bervariasi dari 160 – 180 cm. Kondisi air keruh. Dibantu penerangan dari unit penerangan BPBD dan tim penyelam Pos SAR Sampit, korban di temukan,” ujarnya.
Proses pencarian melibatkan BPBD Kotim dan tim Pos SAR Sampit dengan bantuan penerangan tambahan mengingat kondisi air yang keruh dan pencarian berlangsung hingga malam hari.
Setelah dievakuasi, jenazah korban dibawa ke RSUD Murjani Sampit untuk penanganan lebih lanjut.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih waspada saat beraktivitas di kawasan perairan, terutama di lokasi bekas galian yang memiliki kontur dan kedalaman tidak merata. //
Ikuti Kaltengbicara.com di Google News untuk dapatkan informasi lainnya.














