KaltengBicara.com – Sampit. Wakil Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kotawaringin Timur (Kotim), Agus Suryantara meminta pemerintah setempat menata kembali penjual yang ada di Terowongan Nur Mentaya, Jalan Cilik Riwut. Sebab kondisinya saat siang hari terkesan seperti kumuh. Dia mendorong agar pedagang ini difasilitasi hingga diseragamkan saja untuk mempertahankan estetika di jalur tersebut.
“Khususnya jangan sampai para pedagang ini berjualan di atas drainase yang sudah dibangun untuk aliran air, karena kalau sudah terlanjur banyak berjualan di atas drainase ini nanti akan sulit lagi menertibkannya,” kata wakil ketua komisi II Agus Suryantara pada Selasa, (28/03).
Ditegaskannya selain masalah kerapian dan keindahan terowongan, ini juga bisa membuat menumpuknya sampah di drainase, karena akan kesulitan melakukan pembersihan lantaran di atasnya ada bangunan warung.
“Jadi kalau bisa pemerintah melalui instansi terkait melakukan penataan kembali para pedagang di sana, termasuk juga terkait kabel listrik yang menyebrang jalan yang merusak pemandangan serta membahayakan,” kata Agus
Keberadaan terowongan tersebut memang salah satu tujuannya untuk memberdayakan para pelaku UMKM agar mendapat tempat dan pasar untuk bisa bangkit kembali pasca Pandemi lalu.
“Namun tentunya semua harus berjalan sesuai aturan dan tertib dalam hal apapun, agar tidak memunculkan masalah baru di kemudian hari serta pedagang dan pengunjung bisa merasa nyaman saat berada di terowongan,” pungkasnya. // (Sum).














