KALTENGBICARA.COM – SAMPIT. Lagi-lagi pengamen cilik dan asongan kembali marak di persimpangan 4 lampu merah di dalam kota Sampit. Hal ini tentu disamping membahayakan pengguna kendaraan, juga membahayakan keselamatan anak-anak itu sendiri.
“Ini menjadi masalah kambuhan yang kerap muncul tanpa solusi. Upaya Pemkab Kotim dengan melakukan razia, tidak menjadi efek jera bagi oknum orang tua yang memobilisasi pengamen cilik dengan alasan klasik, yaitu masalah ekonomi,” ujar Riskon Fabiansyah, anggota DPRD Kotim dari Partai Golkar, Rabu (7/6).
Sebelumnya ,Pemkab Kotim sudah membuat papan pengumuman di simpang 4 lampu merah, yaitu untuk larangan memberi uang kepada gepeng dan anak jalanan. Namun hal itu pun hanya bertahan beberapa minggu saja. Setelah itu pengamen cilik kembali menjamur.
“Ini perlu ada penindakan dari Satpol PP Kotim, untuk menyiapkan personilnya di jam-jam padat kendaraan di simpang 4 lampu merah.Khususnya yang jadi langganan pengamen cilik,” kata pria yang duduk Komisi III.
Sehingga, lanjutnya, oknum yang memobilisasi pengamen cilik berpikir untuk menurunkan pengamen cilik.
“Kami tak bosan-bosan menyampaikan kepada masyarakat, agar tidak memberikan uang kepada gepeng dan anak jalanan,” lanjut pria yang disapa Eko ini. Sewa Mobil di Bandung Murah Dengan Supir
Pihaknya juga menghimbau, agar masyarakat bisa menyalurkan dana infaq ke lembaga-lembaga sosial yang jelas badan hukum dan kegiatannya. //
(KBC/007).














