KALTENGBICARA.COM – SAMPIT. Universitas Muhammadiyah Palangka Raya menggelar kegiatan sosialisasi terkait RPL pada hari Jum’at pukul 14.30Wib diruang rapat paripurna DPRD kotim. Kegiatan sosialisasi tersebut dihadiri oleh wakil ketua DPRD kotim H. Rudianur, tim universitas Muhammadiyah palangka raya, camat, kepala desa, BPD, serta perangkat-perangkat desa se kotim.
Acara tersebut diatur oleh wakil ketua DPRD Kotim H. Rudianur untuk membuka wawasan serta memberi kesempatan untuk para pemimpin desa agar dapat meneruskan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi lagi. Dalam sambutannya H. Rudianur berkata jika seluruh kepala desa berkuliah maka kotim akan semakin maju dan membanggakan.
“Saya membayangkan jika seluruh kepala desa yang hadir ini mendaftar kuliah, kabupaten kotawaringin timur sudah banyak sarjana, karna 168 desa, 17 kelurahan, kalo bpd nya ini hampir 1000 lebih ini yang membuat saya bangga.”Ucap H. Rudianur.
Dirinya juga mengucapkan terima kasih kepada para tamu undangan yang sudah hadir pada sosialisasi tersebut. ” Saya ucapkan terima kasih kepada pak dekan dan rombongan sudah menyempatkan diri hadir pada hari ini, juga terima kasih kepada seluruh kepala desa, seluruh ketua bpd aparatur desa, dan juga terima kasih kepada pak camat yang sudah meluangkan waktu pada hari ini.” tambahnya.
Sosialisasi tersebut digelar bertujuan untuk mensosialisasikan tentang RPL (Rekognisi Pembelajaran Lampau), yang disampaikan langsung oleh dekan fakultas ilmu sosial dan ilmu politik Dr. Irwani M.A.P. melalui sambutannya Dr. Irwani menyampaikan mengenai program studi yang tersedia.
“Ini sedikit informasi ada beberapa program studi di fakultas ilmu sosial dan ilmu politik yaitu program s2 Magister Administrasi Publik terakreditasi A kemudian program studi s1 ilmu komunikasi terakreditasi B karna memang baru berdiri tahun 2015 dan program s1 Administrasi negara terakreditasi A”, Ucapnya.
Selesai menjelaskan Dr. Irwani M.A.P juga membuka sesi tanya jawab bersama dengan para tamu undangan yang hadir terkait dengan sosialisasi tersebut. Beberapa pertanyaan yang dirangkum adalah seputar cara untuk mendaftar serta biaya yang diperlukan. Camat cempaga hulu Adi Candra juga meminta agar dipermudah bagi para pemimpin desa untuk mendaftar.
“Ini saya juga mohon jika nantinya para pemimpin serta perangkat-perangkat desa mendaftar tolong dipermudah persyaratannya karna mereka sudah cukup berumur berbeda dengan anak muda dan takutnya akan kesulitan jika persyaratannya rumit dan dipersingkat masa studinya.” Ucapnya.
Karena menurut Adi pengalaman mereka di lapangan sudah cukup untuk membuktikan kemampuan mereka. //
(MG3)














