PALANGKA RAYA, KBC – Ketua Forum Damang Kepala Adat Kalimantan Tengah, Kardinal Tarung, menekankan pentingnya pemahaman mendalam tentang adat dan budaya bagi calon pemimpin Palangka Raya pada pilkada kedepan. Dalam sebuah pernyataan yang disampaikan saat diwawancara baru-baru ini, Kardinal Tarung menegaskan bahwa keberhasilan kepemimpinan di ibu kota provinsi ini sangat bergantung pada kemampuan pemimpin untuk menghargai dan mengintegrasikan nilai-nilai adat dalam setiap aspek pemerintahan.
“Palangka Raya adalah kota yang kaya dengan keberagaman budaya dan adat istiadat. Oleh karena itu, seorang pemimpin yang akan memimpin kota ini harus memiliki pengetahuan dan penghargaan yang mendalam terhadap adat dan budaya lokal,” ujar Kardinal Tarung pada Selasa, (11/06/2024).
Kardinal Tarung, yang juga merupakan seorang praktisi adat, menjelaskan bahwa pemahaman tentang adat dan budaya tidak hanya penting untuk menjaga keharmonisan sosial, tetapi juga untuk memastikan bahwa pembangunan kota dapat berjalan dengan selaras dengan nilai-nilai lokal.
“Ketika pemimpin memahami dan menghormati adat, mereka akan mampu membuat kebijakan yang sesuai dengan aspirasi masyarakat lokal dan menjaga kearifan lokal tetap hidup,” tambahnya.
Selain itu, Kardinal juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan para tokoh adat dalam menyelesaikan berbagai masalah sosial. “Kerjasama yang baik antara pemimpin kota dan tokoh adat akan menciptakan lingkungan yang kondusif bagi perkembangan sosial dan ekonomi,” jelasnya.
Dalam konteks Pilkada Palangka Raya yang semakin dekat, Kardinal Tarung berharap para calon pemimpin dapat menunjukkan komitmen mereka terhadap pelestarian budaya dan adat istiadat dayak.
“Kami mengajak masyarakat untuk memilih pemimpin yang berlatar belakang mengerti adat. Sehingga dapat memastikan dalam pengambilan keputusan penting dan memastikan bahwa suara masyarakat adat selalu didengar dan dihargai,” serunya.
Pernyataan Kardinal Tarung ini mendapatkan sambutan positif dari berbagai kalangan masyarakat yang mendukung upaya untuk memperkuat peran adat dan budaya dalam pemerintahan lokal. Dengan pemimpin yang memahami dan menghargai adat, diharapkan Palangka Raya dapat terus berkembang dengan tetap menjaga identitas budayanya.
Kardinal Tarung menutup pernyataannya dengan harapan agar Pilkada kali ini dapat melahirkan pemimpin yang benar-benar peduli dan berkomitmen terhadap kelestarian adat dan budaya Kalimantan Tengah. “Mari kita bersama-sama memilih pemimpin yang tidak hanya cerdas dan visioner, tetapi juga bijaksana dalam menghargai kearifan lokal,” pungkasnya. // (KBC/001)
Ikuti Kaltengbicara.com di Google News untuk dapatkan informasi lainnya.














