PULANG PISAU – Tiga siswa Sekolah Khusus Negeri (SKHN) 1 Pulang Pisau bersiap menampilkan kemampuan terbaik mereka dalam ajang Lomba Tari Tradisional Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) 2026. Kegiatan tersebut mengangkat tema “Berakar pada Budaya, Bertumbuh dalam Kreasi Penuh Semangat Huma Betang” yang menekankan nilai kebersamaan, toleransi, dan pelestarian budaya lokal.
Ajang ini menjadi ruang ekspresi sekaligus wadah pengembangan bakat bagi peserta didik berkebutuhan khusus dari berbagai daerah di Kalimantan Tengah. Selain sebagai kompetisi, kegiatan ini juga bertujuan memperkuat nilai filosofi Huma Betang dalam kehidupan sosial masyarakat.
Salah satu pengawas sekolah, Made Pujangga, menyampaikan bahwa para siswa telah menjalani persiapan intensif selama dua minggu terakhir dengan bimbingan guru pendamping. Ia menilai perkembangan kemampuan siswa menunjukkan hasil yang positif, terutama dalam penguasaan gerak tari dan rasa percaya diri.
“Persiapan sudah cukup baik. Anak-anak menunjukkan perkembangan yang menggembirakan dan mulai percaya diri untuk tampil,” ujarnya, Senin (13/4/2026).
Ia juga menjelaskan bahwa para peserta dijadwalkan tampil pada 7 hingga 9 Mei 2026 di Aula Gedung Hotel Dandang Tingang, Palangka Raya. Selain penampilan utama, peserta juga akan mengikuti parade tari pada sesi pembukaan dengan mengenakan busana khas Kalimantan Tengah.
Made Pujangga menambahkan bahwa filosofi Huma Betang menjadi nilai utama dalam kegiatan ini, yang mengajarkan bahwa setiap anak memiliki potensi dan keunikan masing-masing.
“Setiap anak adalah bintang dengan cahayanya sendiri. Melalui tari, mereka dapat mengekspresikan diri sekaligus melestarikan budaya,” katanya.
Ia berharap keikutsertaan siswa dalam lomba ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga mampu meningkatkan rasa percaya diri serta menumbuhkan kecintaan terhadap budaya daerah.
Ikuti Kaltengbicara.com di Google News untuk dapatkan informasi lainnya.














