PALANGKA RAYA – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Provinsi Kalimantan Tengah secara resmi menutup Malam Puncak Penganugerahan Pemilihan Duta Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2026. Kegiatan tersebut menjadi ajang penguatan peran generasi muda dalam menjaga bahasa, budaya, serta karakter di tengah perkembangan era digital.
Dalam sambutannya, Ketua TP-PKK Kalteng Aisyah Thisia Agustiar Sabran menegaskan bahwa ajang Duta Bahasa bukan hanya sekadar kompetisi, melainkan wadah pembinaan generasi muda agar memiliki karakter kuat, berbudaya, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.
“Di era digitalisasi dan maraknya penggunaan media sosial saat ini, banyak bermunculan bahasa gaul yang berpotensi menggerus bahasa Indonesia maupun bahasa daerah. Karena itu, generasi muda harus tetap menjaga dan menggunakan bahasa Indonesia dengan baik serta melestarikan bahasa daerah,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya peran Duta Bahasa sebagai agen perubahan yang tidak hanya unggul dalam kemampuan berbahasa, tetapi juga memiliki etika, pola pikir yang baik, serta karakter yang kuat dalam kehidupan sosial.
Sementara itu, Ketua TP-PKK Kalteng menyampaikan bahwa generasi muda harus mampu menjadi teladan dalam penggunaan bahasa yang santun, baik di ruang publik maupun di media sosial, serta ikut mendukung program pemerintah dalam pelestarian bahasa dan budaya daerah.
Selain itu, ia berharap para finalis yang terpilih dapat menjadi representasi generasi muda Kalimantan Tengah yang mampu bersaing di tingkat nasional, sekaligus membawa nilai-nilai budaya daerah dalam setiap aktivitasnya.
Kegiatan penutupan tersebut juga dirangkaikan dengan pengumuman para pemenang Duta Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2026 serta penyerahan penghargaan kepada para finalis terbaik.
Ikuti Kaltengbicara.com di Google News untuk dapatkan informasi lainnya.














