HIPMI Kalteng Didorong Perkuat Kolaborasi dan Investasi untuk Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menegaskan pentingnya peran Badan Pengurus Daerah (BPD) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kalimantan Tengah sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif, kompetitif, dan berkelanjutan. Hal tersebut disampaikan Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, saat membuka Forum Bisnis Daerah (FORBISDA) BPD HIPMI Kalimantan Tengah Tahun 2026 di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Senin (11/5/2026).

Dalam sambutannya, Gubernur menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya FORBISDA sebagai forum strategis untuk memperkuat kapasitas organisasi, membangun sinergi program, serta meningkatkan kontribusi HIPMI terhadap pembangunan ekonomi daerah.

“pemerintah provinsi kalimantan tengah memandang penguatan dunia usaha, khususnya pelaku usaha muda, merupakan salah satu kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” ujar Agustiar Sabran.

Ia menekankan bahwa di tengah tantangan ekonomi global, transformasi digital, dan meningkatnya persaingan usaha, HIPMI harus terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperluas jejaring usaha, serta membangun kolaborasi produktif bersama pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan HIPMI perlu diperkuat melalui berbagai program pemberdayaan ekonomi, peningkatan investasi, pengembangan UMKM, hilirisasi sumber daya daerah, hingga penciptaan lapangan kerja bagi masyarakat.

Gubernur berharap FORBISDA mampu melahirkan gagasan konstruktif, inovasi, dan rekomendasi strategis yang memberikan kontribusi nyata terhadap kemajuan perekonomian Kalimantan Tengah.

“jadilah pengusaha muda yang tidak hanya mengejar keuntungan semata, tetapi juga memiliki integritas, kepedulian sosial, dan komitmen terhadap kesejahteraan masyarakat,” pesannya.

Sementara itu, Ketua Umum BPD HIPMI Kalimantan Tengah, Bintang Agustiar Sabran, mengatakan FORBISDA menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antara pengusaha muda dan pemerintah daerah dalam menciptakan iklim usaha yang sehat dan berdaya saing.

“kita harus mampu bersinergi bersama pemerintah daerah untuk menciptakan lapangan kerja, mendorong investasi, dan meningkatkan daya saing ekonomi lokal menuju kalimantan tengah yang semakin maju dan berkah,” katanya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda Kalimantan Tengah, Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Linae Victoria Aden, Wakil Bendahara BPP HIPMI Ade Jona Prasetiyo, kepala perangkat daerah dan instansi vertikal, pelaku usaha muda, akademisi, serta peserta FORBISDA.

Ikuti Kaltengbicara.com di Google News untuk dapatkan informasi lainnya.

pesona haka kalibata