Palangka Raya – Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam mewujudkan keselamatan lalu lintas melalui target Zero Accident dan Zero Fatality. Hal itu disampaikannya saat membuka Rapat Kerja Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah yang digelar di Palangka Raya, Rabu (13/5/2026).
Dalam sambutannya, Gubernur menyampaikan bahwa Kalimantan Tengah sebagai provinsi terluas di Indonesia memiliki tantangan besar dalam pengelolaan transportasi dan keselamatan jalan. Tingginya aktivitas investasi di sektor perkebunan, pertambangan, dan kehutanan turut meningkatkan mobilitas kendaraan di berbagai ruas jalan.
“peningkatan aktivitas transportasi harus diimbangi dengan sistem keselamatan yang kuat. keselamatan lalu lintas tidak boleh dipandang sebagai urusan sektoral semata, melainkan tanggung jawab bersama,” ujar Agustiar Sabran.
Gubernur mengungkapkan, berdasarkan data nasional sepanjang 2025 terdapat lebih dari 158 ribu kasus kecelakaan lalu lintas dengan sekitar 24 ribu korban meninggal dunia. Sementara di Kalimantan Tengah tercatat 1.104 kasus kecelakaan, dengan sekitar 25 persen di antaranya berujung pada korban meninggal dunia.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena masih banyak ruas jalan nasional maupun daerah yang rawan kecelakaan akibat infrastruktur yang belum memadai.
“sebagai provinsi terluas, masih banyak titik jalan nasional maupun daerah yang rawan kecelakaan. keterbatasan anggaran dan pemangkasan transfer ke daerah turut menjadi tantangan dalam percepatan penanganan infrastruktur jalan,” katanya.
Agustiar meminta seluruh pemangku kepentingan melakukan pemetaan secara menyeluruh terhadap berbagai persoalan lalu lintas, mulai dari titik rawan kecelakaan, ruas jalan rusak dan minim penerangan, kendaraan over dimension over loading (ODOL), hingga akses penanganan pascakecelakaan.
Ia juga menekankan pentingnya implementasi Peraturan Gubernur Kalimantan Tengah Nomor 33 Tahun 2023 tentang Rencana Aksi Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2023–2027 sebagai dasar penguatan sistem keselamatan transportasi di daerah.
“diperlukan sinergi nyata antara pemerintah daerah, kepolisian, instansi vertikal, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan masyarakat luas untuk membangun budaya tertib berlalu lintas yang lebih kuat,” tegasnya.
Sementara itu, Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Pol. Iwan Kurniawan mengatakan rapat kerja tersebut merupakan bentuk komitmen bersama dalam memperkuat sinergitas seluruh pemangku kepentingan di bidang keselamatan lalu lintas.
“keselamatan berlalu lintas harus menjadi perhatian bersama. kami ingin membangun sistem yang lebih terintegrasi, termasuk pemanfaatan teknologi menuju pelayanan publik yang cepat, transparan, dan akuntabel,” ujar Iwan Kurniawan.
Melalui rapat kerja tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah bersama seluruh pemangku kepentingan berkomitmen memperkuat koordinasi, meningkatkan edukasi keselamatan berlalu lintas, memperbaiki infrastruktur jalan, serta memperkuat penegakan hukum guna mewujudkan sistem transportasi yang aman dan berkelanjutan di Kalimantan Tengah.
Ikuti Kaltengbicara.com di Google News untuk dapatkan informasi lainnya.














