SAMPIT – Transformasi pendidikan agama Islam di era digital menuntut guru untuk terus meningkatkan kompetensi sekaligus beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Menjawab tantangan tersebut, Kelompok Kerja Guru (KKG) Pendidikan Agama Islam (PAI) SD Kabupaten Kotawaringin Timur menggelar Pembinaan dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ) dan Digitalisasi Al-Qur’an, bertempat di Aula gedung PGRI kabupaten Kotawaringin Timur, Senin (27/7), di Sampit.
Sebanyak 88 guru PAI Sekolah Dasar dari berbagai kecamatan di Kabupaten Kotawaringin Timur mengikuti kegiatan tersebut. Bimbingan teknis ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat kompetensi guru, baik dalam pembelajaran Baca Tulis Al-Qur’an maupun pemanfaatan teknologi digital sebagai media pembelajaran yang inovatif, efektif, dan relevan dengan kebutuhan peserta didik.
Ketua Panitia, Hadiyannoor, S.Pd.I., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen KKG PAI SD Kabupaten Kotawaringin Timur untuk terus meningkatkan profesionalisme guru agar mampu menghadirkan pembelajaran agama Islam yang berkualitas.
“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kemampuan guru dalam pembelajaran baca tulis Al-Qur’an, tetapi juga mendorong pemanfaatan media digital sehingga proses pembelajaran menjadi lebih efektif, menarik, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik saat ini,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua KKG PAI SD Kabupaten Kotawaringin Timur, Rusyidah, S.Pd.I. menegaskan bahwa KKG harus menjadi ruang belajar, berbagi pengalaman, sekaligus melahirkan berbagai inovasi pembelajaran.
Menurutnya, guru Pendidikan Agama Islam memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk generasi yang berkarakter dan berakhlak mulia, sehingga peningkatan kompetensi harus dilakukan secara berkelanjutan.
“Guru PAI harus terus meningkatkan kualitas diri agar mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak mulia dan kecintaan terhadap Al-Qur’an,” tuturnya.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kotawaringin Timur, H. Subli. Dalam arahannya, ia mengapresiasi konsistensi KKG PAI SD dalam menghadirkan program-program peningkatan kapasitas guru.
Menurutnya, kualitas pendidikan agama tidak hanya ditentukan oleh kurikulum, tetapi juga oleh kemampuan guru dalam menyampaikan pembelajaran yang menarik, kontekstual, dan mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa mengesampingkan nilai-nilai Al-Qur’an.
“Guru PAI memiliki peran strategis dalam membentuk karakter peserta didik. Karena itu, peningkatan kompetensi melalui kegiatan seperti ini harus terus dilaksanakan agar guru mampu menjawab tantangan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai Al-Qur’an,” katanya.
Dalam bimbingan teknis tersebut, peserta memperoleh materi dari dua akademisi UIN Palangka Raya. Dr. Hj. Zainap Hartati, M.Ag. memberikan penguatan materi Baca Tulis Al-Qur’an, sedangkan Ade Afriansyah, S.Fil.I., M.Hum. menyampaikan materi mengenai digitalisasi Al-Qur’an serta pemanfaatan teknologi sebagai inovasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari Koordinator Wilayah Dinas Pendidikan Kecamatan Mentawa Baru Ketapang serta Forum Kelompok Kerja Pengawas (Fokjawas) Kecamatan Mentawa Baru Ketapang. Kehadiran kedua unsur tersebut menunjukkan kuatnya sinergi antara Kementerian Agama dan Dinas Pendidikan dalam meningkatkan kualitas guru PAI di Kabupaten Kotawaringin Timur.
Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di sekolah masing-masing sehingga pembelajaran Al-Qur’an semakin berkualitas, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan mampu menumbuhkan kecintaan peserta didik terhadap Al-Qur’an. Di sisi lain, kegiatan ini menjadi momentum memperkuat kolaborasi antar guru PAI dalam mewujudkan pendidikan agama Islam yang unggul, inovatif, dan berkarakter di Kabupaten Kotawaringin Timur.//














