sapndukdd

Karhutla Kalteng Meningkat, BEM UPR Turun ke Lokasi Pemadaman

Ist / Foto : Wakil Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Palangka Raya, Doni Miseri saat ikut terlibat memadamkan lahan yang terbakar.

PALANGKA RAYA — Wakil Presiden Mahasiswa (Wapresma) Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Palangka Raya (BEM UPR), Doni Miseri, turun langsung ke lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah untuk membantu proses pemadaman bersama petugas dan relawan.

Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap penanganan karhutla yang kembali menjadi perhatian di tengah puncak musim kemarau di Kalimantan Tengah.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah telah menetapkan status Siaga Darurat Bencana Karhutla yang berlaku sejak 26 Mei hingga 31 Oktober 2026. Memasuki Agustus, pemerintah daerah melaporkan peningkatan aktivitas karhutla di sejumlah wilayah.

Berdasarkan laporan Pemprov Kalteng per 21 Agustus 2026, tercatat 19.992 titik panas dan 1.639 kejadian karhutla. Luas lahan terbakar yang telah ditangani tim darat mencapai 4.499,21 hektare, sementara estimasi luasan berdasarkan analisis citra satelit Kementerian Kehutanan mencapai 7.634,46 hektare.

Di tengah kondisi tersebut, Doni terlihat ikut mengoperasikan selang air untuk memadamkan titik api sekaligus melakukan pembasahan dan pendinginan pada area yang terdampak kebakaran. Kegiatan dilakukan dengan berkoordinasi bersama unsur Satgas Darat dalam operasi penanganan karhutla di Kalimantan Tengah.

Doni mengatakan kehadiran mahasiswa di lapangan merupakan bentuk tanggung jawab sosial sekaligus kepedulian terhadap kondisi lingkungan dan masyarakat yang terdampak karhutla.

“Kami tidak ingin hanya menjadi penonton di tengah kondisi yang mengancam kesehatan dan lingkungan masyarakat Kalimantan Tengah. Mahasiswa harus hadir langsung di lapangan, bukan hanya menyuarakan keprihatinan melalui pernyataan,” ujar Doni kepada wartawan Kaltengbicara.com pada Rabu, (26/08/2026).

Ia menegaskan, keterlibatan mahasiswa dalam penanganan bencana tetap harus dilakukan dengan memperhatikan koordinasi dan arahan petugas yang memiliki kewenangan serta kemampuan teknis di lapangan.

BEM UPR juga menyampaikan apresiasi kepada unsur gabungan yang terlibat dalam penanganan karhutla, di antaranya Manggala Agni, TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPB-PK), Masyarakat Peduli Api (MPA), serta para relawan.

Selain itu, apresiasi diberikan kepada UKM Mapala dan UKM SAR Universitas Palangka Raya yang disebut turut aktif dalam kegiatan tanggap darurat, mitigasi bencana, dan penanganan karhutla.

BEM UPR mendorong mahasiswa dan masyarakat untuk berperan dalam upaya pencegahan karhutla, termasuk melalui edukasi mengenai risiko pembukaan dan pembersihan lahan dengan cara membakar.

Upaya pencegahan dinilai penting mengingat kondisi kemarau dapat meningkatkan kerawanan kebakaran. Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah sebelumnya juga mengimbau masyarakat tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau kepulan asap.

BEM UPR menyatakan akan terus mendorong keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan sosial dan kebencanaan sebagai bagian dari tanggung jawab mahasiswa terhadap lingkungan dan masyarakat.

Di sisi lain, penanganan karhutla di Kalimantan Tengah hingga kini masih melibatkan berbagai unsur melalui pemadaman, pembasahan, pendinginan, patroli, pemantauan, serta langkah pencegahan di wilayah rawan. //

Ikuti Kaltengbicara.com di Google News untuk dapatkan informasi lainnya.

pesona haka kalibata