sapndukdd

September Sudah Terpilih, Akhir Tahun Kades Sudah Dilantik

Keterangan : Foto Raihansyah, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kotim.

KALTENGBICARA.COM – SAMPIT. Pada 23 September 2023 mendatang akan digelar pemilihan 77  kepala desa secara serentak. Jadwal pemilihan ini dimajukan sesuai dengan hasil konsultasi Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa dengan Direktur Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri serta agar tidak mengganggu jadwal pemilihan umum 2024. Hal ini juga menyusul berakhirnya masa jabatan para kepala desa diakhir tahun 2023 ini.

“Kita ketahui bahwa pilkada serentak ini rencananya akan dilaksanakan 23 September tahun 2023 ini juga, “kata Raihansyah Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kotim kemarin saat rapat kerja di DPRD Kotim.

Menurutnya sesuai ketentuan yang menetapkan tanggal pemungutan suara adalah bupati dengan keputusan, maka bupati menetapkan tanggal 23 September 2023 sebagai hari pemungutan suara pemilihan kepala desa dan dijadikan hari libur daerah. Dengan begitu maja  masyarakat desa yang terdaftar sebagai pemilih dapat menggunakan hak pilihnya dan segera buat surat keputusan tersebut.  DPRD mengalokasikan sekitar Rp 4 miliar untuk membiayai pesta demokrasi ditingkat desa tersebut.

Selain itu pilkades ini akan menjadi pilkades serentak keempat yang digelar di Kabupaten Kotim Sebelumnya pilkades serentak dilaksanakan di 77 desa pada 21 Oktober 2017, kemudian pilkades di 48 desa pada 15 Desember 2018, selanjutnya pilkades di 43 desa pada 14 Maret 2020. Kala itu sejumlah desa mengalami gugatan hukum di PTUN Palangka Raya namun gugatan secara keseluruhan ditolak oleh Majelis Hakim PTUN.

Wakil Ketua DPRD Kotim, Rudianur menekanakan kepada panitia pelaksana untuk melaksanakan tahapan sesuai aturan. Hal ini untuk mencegah gugatan hukum dikemudian hari.

“Kita tekankan tahapan-tahapan pelaksanaan harus dilaksanakan sesuai ketentuan termasuk juga dalam hal seleksi bakal calon tentunya harus hati-hati, “tegas dia.

Menurut Rudianur sukses tidaknya pelaksanaan pilkades ini bebannya ada di panitia pemilihan kabupaten. Tentunya jika ini tidak berjalan sukses maka anggaran miliaran yanh dikucurkan ini terancam sia-sia.

“Kita sudah alokasikan anggatan dengan maksimal jadi tentunya ini harus sukses pelaksanaanya apalagi tantangan pilkades ini berjalan sebelum pemilu serentak, “tegas dia. //

(KBC/002).

pesona haka kalibata