KALTENGBICARA.COM – SAMPIT. Anggota Komisi IV DPRD Kotawaringin Timur, Bima Santoso mendorong masyarakat supaya memiliki kelompok tani terutama mereka yang memiliki lahan kosong selain menekan kebakaran lahan juga dalam rangka meningkatkan ekonomi masyarakat yang bergerak di bidang pertanian,maka dari itu pemkab diminta untuk memperhatikan kelompok tani pasalnya penting dalam mendukung dan mengembangkan sektor pertanian di wilayah kabupaten Kotawaringin Timur.
“Beberapa hal yang dapat dilakukan oleh pemkab untuk memperhatikan kelompok tani Ialah pemkab dapat memberikan pendampingan dan pelatihan kepada kelompok tani dalam hal teknik pertanian, manajemen usaha, penggunaan teknologi pertanian modern, dan peningkatan keterampilan lainnya. Dengan memberikan pendampingan dan pelatihan yang memadai, kelompok tani dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha mereka.” ujar Bima Santoso politisi PKB ini, (21/6).
Kemudian pemkab dapat membantu kelompok tani dalam mendapatkan akses terhadap sumber daya yang diperlukan, seperti lahan pertanian yang baik, pupuk, benih unggul, alat dan mesin pertanian, serta sarana dan infrastruktur pendukung lainnya. Dengan memastikan ketersediaan sumber daya ini, kelompok tani dapat menjalankan usaha pertaniannya dengan lebih baik. Pemkab dapat membantu kelompok tani dalam memperoleh akses ke pasar yang lebih luas dan membantu mereka dalam pemasaran produk pertanian. Ini dapat dilakukan melalui pembentukan koperasi pertanian, pendirian pusat distribusi, atau kerjasama dengan pelaku usaha di sektor pertanian. Dengan demikian, kelompok tani dapat meningkatkan pendapatan dan daya saing produk mereka.
“Pemkab perlu memperhatikan kebutuhan infrastruktur pertanian seperti jaringan irigasi, jalan akses pertanian, dan penyediaan energi listrik di wilayah pertanian. Infrastruktur yang memadai akan mempermudah kelompok tani dalam mengakses sumber daya, mengangkut dan menjual hasil pertanian, serta meningkatkan efisiensi operasional.”katanya.
Pemkab harus melindungi kelompok tani dari ancaman seperti perubahan iklim, bencana alam, serangan hama, dan penyakit tanaman. Melalui penyediaan informasi, bantuan teknis, asuransi pertanian, atau program perlindungan lainnya, kelompok tani dapat merasa lebih aman dan siap menghadapi risiko-risiko tersebut.
“Selain itu, penting bagi Pemkab untuk mendengarkan aspirasi dan masukan dari kelompok tani secara aktif. Melibatkan kelompok tani dalam pengambilan keputusan terkait kebijakan pertanian akan memastikan bahwa kebijakan yang diambil sesuai dengan kebutuhan dan kondisi riil para petani.”tutur Bima Santoso.














