PALANGKA RAYA, KBC – Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Palangka Raya terkait release statemen dari Pjs Ketua Cabang Fiteli kepada media, 27 Maret 2024 yang mengatakan bahwaGMKI Palangka Raya siap menjadi inisiator aksi jika tidak ada kejelasan terkait pencairan beasiswa Tabungan Beasiswa Berkah (TABE) Provinsi Kalimantan Tengah. PJs Ketua Cabang GMKI Palangka Raya sudah menjadwalkan pertemuan konsolidasi Akbar bagi mahasiswa Tabe.
“Kami dari GMKI Palangka Raya sudah membuat jadwal terkait pertemuan dengan agenda konsolidasi Akbar dan persiapan aksi, sesuai dengan statemen saya kepada media beberapa waktu lalu,” pungkasnya Minggu, (31/3/2024).
Fiteli mengatakan setelah statemennya kemarin di media, pihak bank Kalteng memberikan penjelasan baru terkait keterlambatan atas pencairan tabe yaitu karena menunggu konfirmasi dari BI dan sudah ada, tapi masih menunggu dari Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) baru bisa dilakukan percetakan.
“Bagi saya ini sebuah hal yang tidak logika, sudah dua bulan kurang lebih seleksi beasiswa tabe selesai tapi alasan dari pihak disidik dan bank Kalteng hanya menunggu konfirmasi dari BI dan Aspi” Pungkasnya.
Kami menilai ini seolah-olah hanya alasan yang terus menerus diberikan oleh pihak Bank Kalteng dan Pihak Dinas Pendidikan provinsi sebagai penyelenggara program.
Fiteli juga mempertanyakan integritas Disdik provinsi Kalimantan Tengah dengan keterlambatan dan ketidakpastian pencarian beasiswa tabe yang sudah di seleksi beberapa bulan kemarin sebanyak 13.113 Orang. // (KBC/006)Â
Ikuti Kaltengbicara.com di Google News untuk dapatkan informasi lainnya
















