Diduga Korban Gendam, Nenek Ini Kehilangan Perhiasan Kesayangannya

FOTO : Ilustrasi

SAMPIT, KBC– Nasib malang menimpa Wati, seorang nenek berusia 65 tahun di Sampit, Kalimantan Tengah. Nenek Wati menjadi korban gendam dan kehilangan perhiasan yang sudah lama ia kumpulkan selama ini.

Peristiwa ini terjadi pada Kamis pagi 25 April 2024 sekitar pukul 06.30 WIB. Saat itu, Nenek Wati sedang berjalan kaki pulang ke rumahnya di Jalan Iskandar, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Sampit.

Tiba-tiba, seorang pengendara motor menyapa dan mengajaknya naik motor. Nenek Wati yang tidak menaruh curiga pun mengikuti ajakan pria tersebut.

“Saya diajak naik motor dan ikut bersamanya. Pengacara motor ini ngomong ke sayang, kalau dirinya mengenal dengan saya. Kemudian saya ikut naik motor, saat itu saya tidak ada curigapun,” ucap wanita 65 tahun tersebut. Jumat, 26 April 2024

Di perjalanan, pria dengan ciri-ciri berbadan gempal itu mengaku hendak membeli perhiasan untuk anaknya yang ingin menikah. Dia pun kemudian melepaskan cincin yang dikenakan Nenek Wati.

Setelah itu, pria tersebut melarikan diri dengan membawa cincin Nenek Wati. Nenek Wati yang tersadar pun ditinggalkan di pinggir jalan.

“Sadarnya pas dia kabur kalau cincin saya dibawanya. Saya tadi sempat tidak tahu arah pulang. Untuk saja ada orang baik mau mengantarkan saya,” kata Nenek Wati.

Kehilangan perhiasan ini merupakan pukulan berat bagi Nenek Wati. Cincin tersebut merupakan salah satu harta benda kesayangannya yang sudah lama ia kumpulkan.

Nenek Wati saat ini hidup sebatang kara dan hanya bekerja sebagai buruh serabutan. Kehilangan cincin tersebut semakin memperparah kondisi keuangannya.

“Mudah-mudahan pelakunya yang membawa kabur perhiasan saya bisa sadar dan mau mengembalikan perhiasan yang bukan miliknya, karena cincin tersebut sudah lama saya menabung untuk membelinya,” harap Nenek Wati. // (KBC/MG1)

pesona haka kalibata