SAMPIT — Upaya menekan angka Anak Tidak Sekolah (ATS) terus diperkuat melalui kegiatan Verifikasi dan Validasi (Verval) Data ATS Tahap I yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kamis 2 April 2026
Kegiatan ini menghadirkan kolaborasi lintas sektor yang melibatkan Dinas Pemdes, Dinas Pendidikan, Pengawas, Penilik PAUD, serta operator desa/kelurahan.

Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan Kotim, disertai sambutan dari Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa yang menegaskan pentingnya sinergi antarinstansi dalam memastikan keakuratan data sebagai dasar pengambilan kebijakan pendidikan.
Hadir sebagai pemateri, Rony Zairifani (Staf Bidang PAUD Disdik Kotim) dan Ramadhansyah (Penilik PAUD PNF Disdik Korwil Mentawa Baru Ketapang), yang memaparkan strategi teknis sekaligus pendekatan kolaboratif dalam pelaksanaan verval ATS.
Dalam paparannya, disampaikan bahwa peran pemerintah daerah dalam menangani ATS tidak dapat berdiri sendiri, melainkan harus melibatkan lintas sektor secara terintegrasi. Dinas Pendidikan melalui Bidang PAUD dan PNF mengoptimalkan fungsi pengawas dan penilik untuk melakukan pendampingan kepada satuan pendidikan binaan, khususnya dalam upaya preventif mencegah munculnya ATS baru.
Sementara itu, Dinas Pemdes menggerakkan peran operator desa untuk melakukan verifikasi dan validasi data secara langsung di wilayah masing-masing, sehingga keabsahan data dapat dipertanggungjawabkan.
Ramadhansyah dalam komentarnya menyampaikan bahwa keberhasilan program ini terletak pada ketepatan data dan kesungguhan kolaborasi.
“Data yang valid bukan sekadar angka, melainkan cerminan nyata dari tanggung jawab kita terhadap masa depan anak-anak. Ketika seluruh elemen bergerak bersama, maka potensi munculnya ATS baru dapat kita cegah sejak dini. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari pengimbasan materi ATS kepada para pengawas se-Kotawaringin Timur yang akan dilakukan secara bertahap, sehingga pemahaman dan langkah penanganan dapat selaras di seluruh wilayah,” ujarnya.
Kegiatan tahap pertama ini menghadirkan peserta operator dari empat kecamatan, yakni Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Baamang, Seranau, dan Telawang. Mereka diharapkan menjadi garda terdepan dalam memastikan data ATS di tingkat desa/kelurahan tersusun secara akurat dan mutakhir.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun sistem kerja kolaboratif antara Dinas Pendidikan dan Dinas Pemdes melalui pembentukan operator ATS di tingkat desa/kelurahan. Kedepan, pengawas dan penilik juga diharapkan semakin optimal dalam mendampingi satuan pendidikan guna melakukan langkah-langkah preventif, sehingga angka ATS di Kabupaten Kotawaringin Timur dapat ditekan secara signifikan dan berkelanjutan.//














