Bambang Irawan: Hilirisasi Jadi Kunci Tingkatkan Nilai Tambah Komoditas Kalteng

PALANGKA RAYA – DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) mendorong percepatan program hilirisasi industri sebagai langkah strategis untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi daerah.

Melalui pengembangan industri pengolahan, komoditas unggulan diharapkan tidak lagi hanya dipasarkan sebagai bahan mentah, tetapi mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalteng, Bambang Irawan, mengatakan Kalteng memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah dari sektor perkebunan, kehutanan, pertambangan, hingga perikanan. Namun, selama ini sebagian besar hasil produksi masih dijual dalam bentuk bahan baku sehingga nilai tambah yang dihasilkan belum optimal.

Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian serius karena keuntungan dari proses pengolahan justru lebih banyak dinikmati daerah lain yang telah memiliki fasilitas industri yang memadai. Karena itu, pembangunan industri hilir dinilai menjadi salah satu solusi untuk memperkuat struktur ekonomi daerah.

“Dengan adanya hilirisasi, komoditas yang dihasilkan masyarakat tidak hanya dijual sebagai bahan baku, tetapi dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi. Ini tentu akan memberikan manfaat yang lebih besar bagi daerah maupun masyarakat,” ujar Bambang, Rabu (17/6/2026).

Ia menjelaskan, hilirisasi tidak hanya berorientasi pada peningkatan pendapatan daerah, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam menciptakan lapangan kerja baru. Kehadiran industri pengolahan akan membuka kebutuhan tenaga kerja dalam jumlah besar, baik secara langsung maupun tidak langsung melalui sektor-sektor pendukung.

Selain itu, berkembangnya kawasan industri diyakini mampu mendorong tumbuhnya aktivitas ekonomi baru di sekitarnya. Sektor perdagangan, transportasi, jasa, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah berpotensi berkembang seiring meningkatnya aktivitas produksi dan distribusi.

Bambang menilai Kalteng memiliki peluang besar untuk mengembangkan industri berbasis komoditas unggulan daerah. Dengan dukungan sumber daya alam yang melimpah, daerah ini dinilai memiliki modal kuat untuk membangun ekosistem industri yang berdaya saing dan berkelanjutan.

“Dewan sangat mendorong berdirinya hilirisasi industri. Karena program hilirisasi akan menciptakan multiplier effect yang luas. Bukan hanya sektor industri yang berkembang, tetapi juga membuka peluang usaha baru, memperluas lapangan pekerjaan, serta meningkatkan pendapatan masyarakat secara berkelanjutan,” katanya.

Meski demikian, ia menekankan bahwa keberhasilan program hilirisasi memerlukan dukungan infrastruktur yang memadai. Ketersediaan akses jalan, pasokan listrik yang stabil, fasilitas pelabuhan, jaringan logistik, serta kemudahan perizinan menjadi faktor penting dalam menarik minat investor.

Karena itu, DPRD Kalteng mendorong pemerintah provinsi bersama pemerintah kabupaten dan kota untuk terus memperkuat kebijakan yang berpihak pada pengembangan industri pengolahan. Langkah tersebut dinilai penting agar investasi yang masuk mampu memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

“Kita mendorong pemerintah daerah untuk terus memperkuat kebijakan yang mendukung pengembangan industri pengolahan,” tambah Bambang.

Ia optimistis, jika hilirisasi dapat berjalan secara konsisten dan didukung seluruh pemangku kepentingan, maka Kalteng tidak hanya menjadi daerah penghasil bahan baku, tetapi juga mampu berkembang sebagai pusat industri yang memberikan manfaat ekonomi lebih besar bagi masyarakat dan daerah secara berkelanjutan.

Ikuti Kaltengbicara.com di Google News untuk dapatkan informasi lainnya.

pesona haka kalibata