PALANGKA RAYA – Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) bersama Tim Penetapan Harga Pembelian Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit menetapkan kenaikan harga TBS untuk periode II Juni 2026.
Berdasarkan hasil rapat penetapan harga pada Selasa (7/7/2026), harga tertinggi TBS mencapai Rp3.609,44 per kilogram. Harga tersebut berlaku bagi pekebun mitra plasma dengan tanaman sawit berusia 10 hingga 20 tahun.
Sekretaris Komisi II DPRD Kalteng, Hero Harapanno Mandouw, menyambut positif kenaikan harga tersebut. Menurutnya, peningkatan harga TBS dapat memberikan dampak terhadap pendapatan dan daya beli petani sawit.
“Adanya kenaikan harga TBS sawit tentu saja sangat baik bagi petani lokal mandiri atau perorangan. Sehingga bisa membawa kesejahteraan untuk mayoritas penduduk kita di Kalteng ini yang banyak menekuni perkebunan sawit,” ujar Hero (9/7/2026).
Menurut Hero, stabilitas harga komoditas sawit penting untuk menjaga pendapatan masyarakat yang bergantung pada sektor perkebunan. Pendapatan yang lebih baik juga dapat membantu masyarakat menghadapi perubahan kondisi ekonomi.
“Keuntungan yang didapat masyarakat dengan adanya kenaikan harga itu, ya kemandirian ekonomi masyarakat itu sangat baik. Sehingga masyarakat bisa bertahan di era ekonomi yang secara global banyak dinamika yang sangat cepat di luar prediksi,” ujarnya.
Ia menambahkan, kenaikan harga TBS dapat membantu petani memenuhi biaya operasional perkebunan yang terus meningkat. Beberapa kebutuhan produksi seperti pupuk dan upah tenaga kerja menjadi komponen biaya yang harus diperhitungkan petani.
“Tentu saja dengan adanya kenaikan harga sawit itu setidaknya dia dapat menutupi biaya pengolahan lahan tanaman sawit itu sendiri, baik itu pupuk, tenaga kerja dan lain sebagainya,” tuturnya.
Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Kalteng itu juga mendorong pemerintah daerah melalui Disbun terus mengawal penerapan harga TBS hingga tingkat pabrik kelapa sawit (PKS).
Menurutnya, kepastian dan kestabilan harga penting untuk menjaga keberlanjutan usaha perkebunan masyarakat.
“Kita berharap nantinya ada kestabilan harga yang mudah-mudahan menjadi kepastian untuk masyarakat. Ke depannya semakin semangat dan semakin menekuni usahanya,” pungkasnya.
Ikuti Kaltengbicara.com di Google News untuk dapatkan informasi lainnya.














