Sekolah Rakyat Dibuka di Empat Daerah, DPRD Kalteng Dorong GTT Ikut Seleksi

Foto: Sekretaris Komisi III DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Bryan Iskandar.

PALANGKA RAYA – Sekretaris Komisi III DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Bryan Iskandar, mendorong Guru Tidak Tetap (GTT) memanfaatkan rekrutmen tenaga pendidik untuk Sekolah Rakyat yang dibangun di sejumlah daerah.

Menurut Bryan, keberadaan Sekolah Rakyat dapat menjadi peluang bagi GTT yang selama ini masih menunggu kepastian status kepegawaian di tengah kebijakan penataan tenaga non-ASN.

“Walau ada kebijakan untuk tidak ada penambahan tenaga guru menjadi ASN, saya mengimbau agar GTT ikut dalam seleksi guru untuk Sekolah Rakyat. Ini kesempatan yang harus dipersiapkan sejak sekarang,” ujar Bryan (9/7/2026).

Ia menyebut pembangunan Sekolah Rakyat di Kalteng saat ini mencakup Kota Palangka Raya, Kabupaten Katingan, Kabupaten Gunung Mas, dan Kabupaten Kotawaringin Timur.

Sekolah Rakyat tersebut akan melayani peserta didik dari jenjang SD hingga SMA. Kondisi itu dinilai membuka kebutuhan terhadap tenaga pendidik dalam jumlah cukup besar.

Bryan mengatakan kebutuhan tersebut dapat dimanfaatkan GTT untuk tetap mengembangkan karier di bidang pendidikan. Ia meminta para guru yang berminat mulai mempersiapkan persyaratan dan meningkatkan kompetensi sebelum proses seleksi berlangsung.

“Di sana pasti perlu tenaga pendidik tidak sedikit karena yang dibutuhkan mulai dari jenjang SD sampai SMA. Saya melihat peluang itu terbuka dan harus dimanfaatkan oleh teman-teman GTT,” katanya.

Saat ini, kata Bryan, DPRD Kalteng bersama pemerintah daerah juga masih memperjuangkan kepastian bagi sekitar 397 GTT, Pegawai Tidak Tetap (PTT), dan tenaga pramubakti.

Ia menilai pengalaman mengajar yang dimiliki para GTT menjadi modal penting untuk mengikuti seleksi. Guru yang memenuhi persyaratan dan lolos seleksi juga berpeluang memperoleh status kepegawaian sesuai mekanisme yang ditetapkan pemerintah.

Komisi III DPRD Kalteng, lanjut Bryan, akan terus mengawal kebijakan penataan tenaga pendidik agar aspek kesejahteraan guru tetap diperhatikan tanpa mengabaikan kualitas pelayanan pendidikan.

DPRD Kalteng juga mendorong pemerintah memastikan proses rekrutmen tenaga pendidik Sekolah Rakyat berlangsung transparan, terbuka, dan adil.

Dengan demikian, Sekolah Rakyat tidak hanya memperluas akses pendidikan, tetapi juga dapat membuka ruang pengabdian bagi tenaga pendidik yang memiliki pengalaman dan kompetensi.

Ikuti Kaltengbicara.com di Google News untuk dapatkan informasi lainnya.

pesona haka kalibata