BPB-PK Kalteng Maksimalkan Operasi Darat dan Udara, Lebih dari 4,4 Juta Liter Air Diguyur untuk Padamkan Karhutla

Palangka Raya – Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPB-PK) Provinsi Kalimantan Tengah terus mengoptimalkan operasi darat dan udara guna mengendalikan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang meningkat selama musim kemarau 2026. Langkah ini dilakukan untuk mempercepat pemadaman titik api sekaligus mencegah kebakaran meluas.

Kepala Pelaksana BPB-PK Provinsi Kalimantan Tengah Ahmad Toyib mengatakan, operasi udara menjadi bagian penting dari strategi terpadu bersama tim darat, terutama untuk menjangkau lokasi kebakaran yang sulit diakses melalui jalur darat.

“Operasi water bombing sangat membantu pemadaman di lokasi yang sulit dijangkau. Sementara patroli udara berperan penting dalam mendeteksi titik api lebih awal sehingga penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat,” ujarnya.

Untuk mendukung penanganan karhutla, BPB-PK bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengoperasikan empat armada udara yang terdiri atas dua helikopter water bombing dan dua armada patroli udara. Operasi tersebut dipusatkan dari Palangka Raya dan mendukung penanganan karhutla di berbagai wilayah Kalimantan Tengah.

Hingga 16 Juli 2026, dua helikopter water bombing telah melaksanakan 1.106 sorti dengan total 4.424.000 liter air dijatuhkan ke sejumlah titik kebakaran. Helikopter EH-60A milik PT Garuda Persada Internasional mencatat 731 sorti dengan 2.924.000 liter air, sedangkan helikopter SA330J Puma milik PT Aviasindo Global Trans melaksanakan 375 sorti dengan total 1.500.000 liter air.

Selain pemadaman, patroli udara juga terus diintensifkan untuk mendeteksi kemunculan titik api sejak dini. Helikopter Bell 206 L3 telah melaksanakan 22 sorti dengan total 69,42 jam terbang, sedangkan pesawat C206B EX mencatat sembilan sorti dengan 38,13 jam terbang. Secara keseluruhan, armada patroli udara telah membukukan 31 sorti dengan akumulasi 107,55 jam terbang.

Toyib menegaskan keberhasilan pengendalian karhutla merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, mulai dari BPB-PK, BNPB, TNI, Polri, Manggala Agni, pemerintah kabupaten dan kota, hingga relawan yang terlibat di lapangan.

Selain operasi pemadaman, BPB-PK juga terus memperkuat langkah pencegahan melalui patroli rutin, pemantauan kawasan rawan kebakaran, serta edukasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Masyarakat juga diimbau segera melaporkan apabila menemukan titik api agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin.

“Pengendalian karhutla menjadi tanggung jawab bersama. Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, aparat, dunia usaha, dan masyarakat, kami optimistis risiko meluasnya kebakaran serta dampak kabut asap dapat ditekan selama musim kemarau tahun ini,” kata Toyib.

Ikuti Kaltengbicara.com di Google News untuk dapatkan informasi lainnya.

pesona haka kalibata