SAMPIT – Keterbatasan geografis bukan penghalang untuk melahirkan prestasi dan inovasi. Hal ini dibuktikan Bunda PAUD Kecamatan Pulau Hanaut, Sri Mardiyanti, S.Hut., yang berhasil meraih Juara III Kategori Bunda PAUD Kecamatan dalam ajang Apresiasi Bunda PAUD Kecamatan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Tahun 2026 dan Lomba PAUD HI Percontohan yang diselenggarakan Dinas Pendidikan Kotim.
Prestasi tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kecamatan Pulau Hanaut, sekaligus menunjukkan bahwa wilayah pesisir yang secara geografis cukup jauh dari pusat kabupaten tetap mampu menghadirkan gagasan nyata bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Dalam ajang yang diikuti Bunda PAUD kecamatan dan kelurahan se-Kotim tersebut, Sri Mardiyanti mengangkat program unggulan bertajuk PAUD Holistik Integratif dalam Upaya Pencegahan dan Penurunan Stunting Tahun 2026.
Program ini bukan sekadar gagasan administratif, melainkan sebuah gerakan kolaboratif yang berangkat dari persoalan nyata di masyarakat. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kotim per September 2026, tercatat sebanyak 194 anak mengalami stunting di Kecamatan Pulau Hanaut, dengan prevalensi mencapai 28,96 persen.
Merespons kondisi tersebut, Bunda PAUD Kecamatan Pulau Hanaut menggerakkan Pokja Bunda PAUD, 12 bidang kerja, Puskesmas, TP-PKK, Posyandu, pemerintah desa di 14 desa, serta para guru PAUD untuk membangun sinergi dalam edukasi pemenuhan gizi, pola asuh yang tepat, dan peningkatan kesadaran orang tua membawa anak ke Posyandu secara rutin.
Sri Mardiyanti menegaskan, penghargaan yang diraih bukanlah tujuan akhir, melainkan dorongan untuk memperluas dampak program bagi masyarakat.
“Penghargaan ini bukan semata-mata tentang prestasi pribadi, tetapi merupakan hasil kolaborasi dan kepedulian seluruh pihak yang memiliki komitmen terhadap masa depan anak-anak Pulau Hanaut. Kami percaya, pencegahan stunting tidak cukup dilakukan melalui imbauan, tetapi harus diwujudkan dengan edukasi, pendampingan, dan tindakan nyata yang berkelanjutan. Anak-anak yang sehat hari ini adalah fondasi bagi sumber daya manusia yang unggul di masa depan,” ungkapnya.
Mengusung motto “Anak Sehat, Cerdas, Ceria – Bebas Stunting”, ia berharap gerakan PAUD Holistik Integratif dapat terus tumbuh dan menjangkau seluruh keluarga di 14 desa wilayah pesisir Pulau Hanaut. Menurutnya, keberhasilan membangun generasi berkualitas membutuhkan keterlibatan bersama, mulai dari keluarga, satuan PAUD, tenaga kesehatan hingga pemerintah desa.
Pemerintah Kecamatan Pulau Hanaut turut mengapresiasi capaian tersebut. Prestasi ini diharapkan menjadi inspirasi bagi seluruh Bunda PAUD desa agar semakin proaktif mengembangkan program yang berorientasi pada pemenuhan hak, kesehatan, perlindungan, dan pendidikan anak usia dini.
Juara III ini menjadi lebih dari sekadar pencapaian dalam sebuah kompetisi. Ada pesan penting yang dibawa dari Pulau Hanaut: membangun generasi unggul tidak harus menunggu wilayah menjadi maju, tetapi dapat dimulai dari kepedulian, kolaborasi, dan keberanian menghadirkan perubahan sejak anak berada pada usia dini.//















