Disambar Buaya Saat Cuci Beras di Sungai, Seorang Wanita di Desa Banggang Raya Kotim Selamat

Ist / Foto Seorang wanita saat dibawa RSUD dr Murjani akibat serangan buaya di Desa Bapanggang Raya, Kotim, Kamis 23 Mei 2024.

SAMPIT, KBC Seorang wanita paruh baya yang tinggal di Desa Bepanggang Raya, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang (MBK) Kotawaringin Timur (Kotim) nyaris tewas saat dirinya disambar buaya ketika mencuci beras di Sungai Metaya, Kamis 23 Mei 2024.

Akibat serangan buaya tersebut, korban mengalami luka di tangan dan kepalanya. Korban kemudian dilarikan ke RSUD dr Murjani Sampit untuk mendapatkan pengobatan.

Terkait serangan buaya tersebut dibenarkan oleh Polhut BKSDA Kalteng, Resort Konservasi Wilayah (RKW) Sampit, Riska. Menurutnya kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 04.00 WIB, Kamis 23 Mei 2024.

“Kami sudah melakukan pengecekan lokasi kemunculan buaya muara yang menyerang masyarakat,” terangnya.

Foto saat petugas meninjau lokasi serangan buaya.

Pihaknya melakukan koordinasi dengan Polairud dan Ketua RT setempat. Bersama Pol Airud Sampit melakukan observasi di lokasi kejadian. “Berdasarkan keterangan anak korban, serangan buaya tersebut terjadi ketika korban mencuci beras di batang belakang rumah di tepi Sungai Mentaya,” lanjutnya

Menurutnya, dari keterangan warga sekitar buaya memang beberapa kali di daerah tersebut, namun baru kali ini menyerang warga.

Pada kesempatan tersebut, pihaknya menghimbau masyarakat setempat untuk terus waspada dan berhati-hati ketika melakukan aktivitas di sungai terutama pada petang hingga fajar

Foto saat petugas saat saat menijau lokasi serangan buaya di Desa Bapanggang Raya.

“Petugas juga menghimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang mengundang buaya ke pemukiman. Seperti memelihara ternak di tepi sungai serta membuang sampah rumah tangga maupun bangkai hewan ke sungai,” tambahnya.

Pihaknya akan dilakukan pemasangan papan himbauan di lokasi tersebut. // (KBC/007)

Ikuti Kaltengbicara.com di Google News untuk dapatkan informasi lainnya.

pesona haka kalibata