PALANGKA RAYA,- Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Kristen Palangka Raya (UKPR), Marselino menyayangkan sikap yang mengatasnamakan nama mahasiswa dan aktivis Kalteng untuk mendukung salah satu calon gubernur Kalimantan Tengah.
Baru-baru ini hal tersebut viral di media sosial tiktok gerakan yang mengatasnamakan mahasiswa dan aktivis Kalteng untuk mendeklarasikan salah satu pasangan Calon.
Presiden BEM UKPR mengatakan bahwa mahasiswa boleh berperan aktif pada keberlangsungan demokrasi, baik itu pemilu maupun pilkada. Namun jangan sampai kita menciderai status mahasiswa sebagai kaum intelektual, agent of control dan agen of change hanya oleh politik praktis.
Menurutnya mahasiswa memiliki tempat yang istimewa dimata masyarakat dan memiliki peranan penting dalam sejarah berdirinya pemerintahan Indonesia terutama dalam menyambung suara rakyat yang dipercaya masih begitu jujur, idealis dan bebas dari tunggangan kelompok manapun.
“Ini sudah mencederai nilai-nilai luhur mahasiswa, kita boleh terlibat dan mengawal tetapi tidak harus terjun dengan Ara pemangku elite politik.
Mahasiswa cukup memberikan pencerahan kepada masyarakat tentang bagaimana berdemokrasi bagi bangsa dan bernegara,” Ujar Marselino melalui pesan tertulisnya Rabu, (18/9/2024).
Tambahnya, “mereka itu tentu tidak mewakili mahasiswa dan aktivitas Kalimantan Tengah yang selama ini selalu menjaga Marwah dan nilai”. // (KBC/001)
Ikuti Kaltengbicara.com di Google News untuk dapatkan informasi lainnya.














