PCNU Kotim Gelar Ziarah Ulama dan Tokoh Sampit, Kuatkan Jejak Sejarah NU Menyambut Abad Kedua dan Ramadhan

FOTO - PCNU Kotim saat foto bersama ketika menggelar kegiatan ziarah ke makam tokoh-tokoh Sampit.

SAMPIT – Dalam rangka memperingati Hari Lahir Nahdlatul Ulama ke-100 sekaligus menyemarakkan Tarhib Ramadhan, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Kotawaringin Timur bersama warga Nahdliyin menggelar kegiatan ziarah ke makam tokoh-tokoh Sampit dan ulama pendahulu NU, sebagai wujud penghormatan dan penguatan sanad perjuangan keulamaan.

Ziarah ini menyasar sejumlah figur bersejarah yang memiliki peran penting dalam perkembangan Islam dan dakwah ahlussunnah wal jamaah di Sampit, di antaranya Datu Sampit Bin Kusin, Datu Djoengkir Bin Sampit, KH. Ahmad Abrar Dahlan, serta KH. Syarif Abdul Hadi Riduan. Nama-nama tersebut tidak hanya tercatat dalam sejarah lokal, namun juga menjadi teladan dalam keikhlasan, kebijaksanaan, dan perjuangan dakwah yang berakar kuat pada nilai-nilai kebangsaan dan keislaman.

Ketua PCNU Kabupaten Kotawaringin Timur, Kiai Ahmad Robitha, S.H.I., M.Pd.I, menyampaikan bahwa kegiatan ziarah ini memiliki makna mendalam, bukan sekadar rutinitas spiritual, melainkan ikhtiar untuk tabarruk, menghidupkan kembali ingatan kolektif umat, serta mengenalkan kepada masyarakat khususnya generasi muda tentang tokoh-tokoh dan ulama yang telah berjasa besar dalam merawat Islam yang damai dan membumi di Sampit.

“Melalui ziarah ini, kita diajak menelusuri jejak perjuangan para pendahulu, menundukkan hati, dan meneguhkan komitmen untuk melanjutkan nilai-nilai luhur yang telah mereka tanamkan. Inilah ruh Nahdlatul Ulama—merawat tradisi, menjaga akhlak, dan menatap masa depan dengan kebijaksanaan,” tuturnya.

Kegiatan ini berlangsung khidmat, dipenuhi doa dan refleksi, menjadi ruang perjumpaan antara sejarah dan masa kini. Di tengah suasana menjelang Ramadhan, ziarah ini sekaligus menjadi pengingat bahwa keberkahan bulan suci sepatutnya disambut dengan memperkuat spiritualitas, memperhalus budi, serta mempererat ukhuwah.

Melalui langkah sederhana namun sarat makna ini, PCNU Kotawaringin Timur menegaskan komitmennya untuk terus menjaga warisan ulama, menumbuhkan kesadaran sejarah, dan mengokohkan peran Nahdlatul Ulama sebagai penjaga harmoni umat dan bangsa di bumi Kotawaringin Timur.//

Ikuti Kaltengbicara.com di Google News untuk dapatkan informasi lainnya.

pesona haka kalibata