SAMPIT – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus menunjukkan komitmen nyata dalam pengendalian kebakaran lahan (karla) melalui langkah terpadu, mulai dari peningkatan kesiapsiagaan hingga respons cepat di lapangan.
Upaya tersebut tercermin dalam kegiatan *Simulasi Pengendalian dan Pencegahan Kebakaran Lahan* yang dilaksanakan pada 12 Februari 2026 di halaman Kantor DLH Kotim belum lama ini. Simulasi ini menjadi sarana penguatan kapasitas internal bagi personel Satuan Tugas Karla, khususnya dalam penguasaan teknis penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), selang pemadam, mesin pompa air, serta koordinasi penanganan awal secara cepat dan tepat.

Tidak berhenti pada tahap simulasi, DLH Kotim melalui Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup juga bergerak sigap menindaklanjuti laporan kebakaran lahan di area HGU PT Karya Makmur Abadi, Kecamatan Mentaya Hulu. Verifikasi lapangan yang dilaksanakan pada 25 Februari 2026 menunjukkan bahwa luas area terdampak sekitar ±1,45 hektare, didominasi vegetasi semak belukar, tanpa adanya tanaman kelapa sawit produktif yang terbakar. Api pun berhasil dipadamkan pada hari kejadian sehingga tidak meluas.
Hasil peninjauan mengindikasikan titik awal api berada di area perbatasan lahan. Ke depan, langkah preventif akan terus diperkuat melalui peningkatan patroli, pembinaan kepada masyarakat terkait pembukaan lahan tanpa membakar, pemasangan papan imbauan di titik rawan, serta pengecekan berkala sarana prasarana pengendalian kebakaran.
Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup DLH Kotim, Dr. Titik Setiyowati, SE., M.Si menyampaikan kesiapsiagaan dan respons cepat harus berjalan beriringan.
“Simulasi membentuk ketangguhan, sementara verifikasi lapangan memastikan ketepatan tindakan. Pencegahan tetap menjadi kunci utama dalam menjaga keberlanjutan lingkungan dan melindungi ruang hidup masyarakat,” terangnya Selasa, 17 Maret 2026.
Melalui sinergi upaya ini, DLH Kotawaringin Timur mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan, karena pencegahan adalah langkah terbaik dalam melindungi ekosistem dan kualitas hidup.//














