Eksekutif Dorong Bangun Langkah Adaktif dan Inovatif untuk Stabilitas Keuangan

PALANGKA RAYA – Anggota Komisi I DPRD Kalteng, Yohannes Freddy Ering, menilai bahwa situasi fiskal saat ini menuntut langkah adaptif dan inovatif dari pemerintah daerah, terutama dalam menjaga stabilitas keuangan.

“Kondisi fiskal saat ini menuntut Pemprov untuk lebih kreatif dan strategis dalam meningkatkan PAD sebagai penopang utama keuangan daerah,” ujarnya, Rabu (8/4).

Menurutnya, kebijakan efisiensi memang tidak bisa dihindari, namun harus dilakukan dengan pendekatan yang terukur dan berbasis prioritas. Ia menekankan pentingnya memilah program yang benar-benar berdampak bagi masyarakat.

“Efisiensi jangan sampai salah sasaran. Yang perlu dipangkas itu belanja yang sifatnya administratif dan tidak langsung menyentuh masyarakat,” tegasnya.

Freddy menjelaskan, sejumlah pos anggaran seperti perjalanan dinas, kegiatan rapat, hingga belanja alat tulis kantor dapat menjadi fokus penghematan. Namun, ia mengingatkan agar pemangkasan tidak menyentuh sektor yang berperan dalam peningkatan pendapatan daerah.

“Pengurangan anggaran perlu diarahkan pada pos-pos yang tidak berdampak langsung terhadap pelayanan publik maupun peningkatan pendapatan daerah,” jelasnya.

Ia secara khusus menyoroti peran Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) serta unit pelayanan Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) sebagai ujung tombak pengumpulan PAD. Menurutnya, kedua Instansi tersebut justru perlu diperkuat di tengah tekanan fiskal.

“Kalau PAD ingin meningkat, maka lini pengumpulnya harus diperkuat, operasionalnya harus tetap didukung penuh dan tidak terkena pemangkasan anggaran,” tutupnya.

Ikuti Kaltengbicara.com di Google News untuk dapatkan informasi lainnya.

pesona haka kalibata