SAMPIT — Semangat perayaan Hari Ulang Tahun Bhayangkara ke-80 terasa begitu hangat dan penuh makna dalam rangkaian kegiatan Lomba Tari Kreasi Daerah tingkat SMP dan SMA yang digelar di Aula Bhayangkari, Jalan DI Panjaitan, Kelurahan Mentawa Baru Hulu, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang Kabupaten Kotawaringin Timur, Sabtu 13 Juni 2026.
Kegiatan yang diikuti 10 peserta dari berbagai sekolah ini menjadi panggung indah bagi lahirnya kreativitas, kecintaan budaya, dan semangat generasi muda dalam melestarikan seni daerah. Suasana aula dipenuhi antusiasme para pendukung peserta, anggota Polres, pengurus Bhayangkari, hingga tamu undangan yang turut memberikan semangat kepada seluruh penampil.
Acara tersebut disaksikan langsung oleh Kapolres Kotawaringin Timur, Resky Maulana Zulkarnain bersama Ketua Bhayangkari Polres Kotim. Kehadiran keduanya menjadi simbol kuat bahwa Polri bukan hanya hadir menjaga keamanan, tetapi juga mendukung tumbuhnya seni dan budaya di tengah masyarakat.
Dalam sambutannya, Kapolres Kotim menyampaikan bahwa seni merupakan bahasa peradaban yang mampu membangun karakter generasi muda. Sosok Kapolres yang dikenal memiliki latar belakang sebagai mantan penari itu memberikan motivasi mendalam kepada para peserta agar tidak pernah berhenti berkarya dan mencintai budaya daerah.
Beliau juga menegaskan bahwa Polri harus menjadi ruang yang dekat dengan masyarakat, termasuk dalam mendukung kegiatan seni dan kreativitas anak muda. Semangat humanis yang dibawa Kapolres Resky Maulana Zulkarnain mendapat apresiasi luas dari masyarakat dan para peserta lomba.
Kepercayaan besar juga diberikan kepada Sekretaris Lurah Mentawa Baru Hulu, Nia Pitriani, yang dikenal sebagai salah satu seniman tari ternama di Kotawaringin Timur, untuk menjadi dewan juri dalam perlombaan tersebut. Sosok yang memiliki sertifikat juri nasional tari itu dinilai memiliki kompetensi dan dedikasi tinggi dalam dunia seni budaya.
Nia Pitriani didampingi oleh seniman senior Elwani serta seniman muda berbakat Ektrajaya. Kolaborasi tiga generasi seniman tersebut menghadirkan penilaian yang profesional sekaligus penuh nilai edukasi bagi para peserta.
Selain aktif dalam pemerintahan, Nia Pitriani juga dikenal sebagai pendiri Sanggar Seni Habaring Hurung, sebuah wadah pembinaan seni yang terus melahirkan talenta-talenta muda berbakat di Kotawaringin Timur. Dedikasinya terhadap pelestarian budaya daerah menjadi inspirasi tersendiri bagi masyarakat, khususnya generasi muda.
Setelah melalui penilaian ketat dan penampilan memukau dari seluruh peserta, dewan juri akhirnya menetapkan para pemenang lomba tari kreasi daerah HUT Bhayangkara ke-80 sebagai berikut:
* Juara 1 : SMPN 1 Sampit
* Juara 2 : SMAN 3 Sampit
* Juara 3 : SMPN 2 Sampit
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa sinergi antara Polri, pemerintah kelurahan, seniman, sekolah, dan masyarakat mampu menghadirkan ruang positif bagi tumbuhnya seni budaya daerah. Perayaan HUT Bhayangkara ke-80 di Kotawaringin Timur pun tidak hanya menjadi seremoni institusi, tetapi juga menjadi momentum memperkuat kecintaan terhadap budaya dan kreativitas generasi muda.
Dengan mengusung semangat HUT Bhayangkara ke-80 Kapolres Kotim Resky Maulana Zulkarnain menunjukkan bahwa kepemimpinan yang humanis mampu menghadirkan kedekatan emosional dengan masyarakat melalui pelestarian budaya//














