PALANGKA RAYA – DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) mengingatkan pentingnya menjaga keterjangkauan layanan pendidikan dan kesehatan di tengah fluktuasi harga energi yang berpotensi memengaruhi kondisi ekonomi masyarakat. Kedua sektor tersebut dinilai harus tetap menjadi prioritas agar masyarakat, khususnya kelompok berpenghasilan rendah, tidak semakin terbebani.
Anggota Komisi III DPRD Kalteng, Faridawaty Darland Atjeh, mengatakan perubahan harga energi sering kali berdampak pada kenaikan biaya di berbagai sektor, mulai dari transportasi, distribusi barang, hingga kebutuhan pokok masyarakat. Kondisi tersebut pada akhirnya dapat menimbulkan tekanan ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.
“Di tengah fluktuasi harga energi, yang harus menjadi perhatian adalah menjaga kestabilan biaya sekolah dan fasilitas kesehatan bagi masyarakat kelas bawah agar mereka tidak semakin terbebani,” ujarnya, Kamis (18/6/2026).
Menurut Faridawaty, pendidikan dan kesehatan merupakan investasi jangka panjang yang menentukan kualitas sumber daya manusia. Karena itu, keberlangsungan layanan pada kedua sektor tersebut harus tetap menjadi prioritas dalam setiap kebijakan pemerintah, terutama ketika kondisi ekonomi berada dalam situasi yang tidak menentu.
Ia menilai pemerintah perlu mengantisipasi kemungkinan meningkatnya beban masyarakat dengan menghadirkan kebijakan yang mampu menjaga daya beli sekaligus memastikan akses terhadap layanan dasar tidak terganggu. Upaya tersebut dapat dilakukan melalui penguatan program bantuan pendidikan, pemberian subsidi bagi kelompok tertentu, hingga peningkatan kualitas layanan kesehatan masyarakat.
Selain itu, Faridawaty menekankan pentingnya memperkuat berbagai program perlindungan sosial agar mampu menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Dengan demikian, kelompok rentan tetap mendapatkan dukungan ketika menghadapi tekanan ekonomi akibat meningkatnya biaya hidup.
“Jangan sampai masyarakat harus memilih antara memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan biaya pendidikan atau kesehatan. Kedua sektor ini harus tetap menjadi prioritas,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa upaya menjaga keterjangkauan biaya pendidikan dan kesehatan tidak hanya berdampak pada kesejahteraan masyarakat saat ini, tetapi juga menentukan kualitas pembangunan daerah di masa mendatang. Karena itu, sinergi antara pemerintah, lembaga terkait, dan seluruh pemangku kepentingan perlu terus diperkuat.
Faridawaty berharap pemerintah dapat melakukan pemantauan secara berkala terhadap dampak fluktuasi harga energi terhadap kehidupan masyarakat serta segera mengambil langkah penyesuaian apabila ditemukan potensi yang dapat mengganggu akses masyarakat terhadap layanan dasar.
Dengan kebijakan yang tepat dan responsif, ia optimistis masyarakat tetap dapat memperoleh layanan pendidikan dan kesehatan yang layak meskipun menghadapi dinamika ekonomi yang terjadi secara nasional maupun global.
Ikuti Kaltengbicara.com di Google News untuk dapatkan informasi lainnya.














